Skip to main content

Pantai Lampu Satu, Mereka Perjalanan ke Pantai Merauke

Pantai Lampu Satu terletak di kawasan Kampung Buti, Merauke. Nama yang unik ini terinspirasi dari adanya sebuah mercusuar di sisi pantai ini yang memiliki sebuah lampu sebagai alat penerangnya. Pantai ini dapat menjadi pilihan untuk menikmati senja di Merauke.

Pantai Lampu Satu, dalam kompas.com, memiliki bentangan pantai yang landai dengan garis pantainya yang relatif panjang dan dipagari pepohonan kelapa. Pasir di Pantai Lampu Satu boleh jadi tak seputih mutiara dan fasilitas bagi wisatawan masih tergolong minim. Namun demikian, hal itu tak lantas mengurangi daya tarik pantai ini.

[caption id="attachment_2431" align="aligncenter" width="1024"] Keindahan alami Pantai Lampau Satu Merauke yang eksotis. (foto: c2.staticflickr.com)[/caption]

Pantai Lampu Satu yang berada di Laut Arafura ini cukup landai dengan ombak-ombak kecil sehingga aman untuk bermain anak-anak. Pasir pantai di sini yang bercampur lumpur membuat airnya terkesan cokelat keruh. Anda tidak dapat menemui bebatuan karang di sini, namun itu salah satu yang menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang ke Pantai Lampu Satu ini.

Biasanya, sore hari merupakan waktu yang banyak dipilih warga dan kaum muda di Merauke untuk berkunjung dan menikmati suasana ke Pantai Lampu Satu. Menikmati keindahan sunset adalah suatu pengalaman yang paling ditunggu. Proses terbenamnya matahari hingga menghilang di balik cakrawala dapat diikuti dengan sangat jelas.

Hamparan pasir laut yang terlihat jelas saat surut tiba, menggoda pengunjung untuk mendatangi air pantai yang jauh sekali, diperlukan waktu yang cukup lama untuk berjalan kaki menuju ke tepian air pantai. Para traveler yang datang ada baiknya membawa sendiri peralatan wisata seperti alas karpet/tikar, payung ataupun terpal untuk menghindari terik mentari yang panas.

[caption id="attachment_2432" align="aligncenter" width="1024"] Perahu nelayan di Pantai Lampu Satu, saksi keindahan dan ketangguhan yang berpadu. (foto: kotamerauke.net)[/caption]

Perahu-perahu nelayan yang berjajar di tepi pantai, aktivitas para nelayan sebelum melaut menjadi pemandangan lain yang bisa disaksikan di pantai yang masih alami ini. Dalam kotamerauke.net, bila saat surut tiba, air pantai menjadi sangat jauh sekali dari bibir pantai, bisa mencapai beberapa kilometer, kapal-kapal nelayan dan nelayan-nelayan yang mencari ikan tampak terlihat seperti semut dari kejauhan.

Pantai Lampu Satu membuat traveler ingin mereka perjalanan ke pantai Merauke ini. Terlihat pula nelayan-nelayan yang sedang beraktifitas memperbaiki, menyiapkan jaring dan membangun kapal dan menanti fajar untuk melaut, mengarungi samudera mencari ikan, pemandangan yang begitu mengaduk batin.

Comments

Popular posts from this blog

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...