Skip to main content

Festival Tenun Toraja, Penting Bagi Kelestarian Budaya Indonesia

Dalam rangka memeriahkan ulang tahun Tana Toraja ke-60, pemerintah kabupaten Tana Toraja mengadakan Festival Tenun Toraja. Festival yang baru diadakan pertama kali ini dimaksudkan untuk melestarikan budaya Tenun Toraja yang mulai dilupakan oleh penerusnya.

Maka, menurut wwwcnnindonesia.com, Festival Tenun Toraja ini selain menampilkan berbagai jenis kain, kegiatan ini juga menggelar workshop kepada anak-anak dan fashion show. Sebanyak 23 perajin dari 4 kecamatan turut memeriahkanfestival ini.

Kain tenun telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Tana Toraja. Kain Tenun Toraja memiliki ciri khas motif garis-garis vertikal dan warna gelap.

Menurut  Arsyad Parende dalam www.karebatoraja.com, terdapat dua penenun cilik yang turut memeriahkan acara ini. Masing-masing bernama  Gesia yang berusia 7 tahun duduk di bangku SD kelas 3, dan Fatir yang berusia 6 tahun dan beru duduk di bangku SD kelas 1. Mereka penenun binaan Kampung Tenun Saluallo Sangalla’ Utara.

[caption id="attachment_2406" align="aligncenter" width="770"] Dua penenun cilik di Festival Tenun Toraja 2017. (foto: www.karebatoraja.com)[/caption]

Jeni, pembina para penenun cilik ini menyatakan bahwa mengajari mereka menjadi mudah karena tumbuh dari keinginan diri sendiri. Mereka menyukai dunia tenun karena terinspirasi oleh kedua orang tua mereka sendiri yang memang dalam keseharian bekerja sebagai penenun.

Gesia dan Fatir memang lebih suka berkutat dengan dunia tenun sepulang sekolah daripada bermain seperti anak-anak seusianya. Mereka begitu mahir, nampak dari kelincahan memindahkan balida dan titian yang menjadi bagian dari aktivitas menenun.

Kemeriahan juga nampak pada ibu-ibu pejabat di Tana Toraja yang menggak-lenggok bagai peragawati pada lomba peragaan busana yang merupakan bagian dari Festival Tenun Toraja 2017 di Gedung Tammuan Mali, Makale. Desainer Indonesia, Rudy Chandra yang bertindak sebagai juri dalam Festivak Tenun Toraja kali inipun dibuat terkagum-kagum akan keindahan kain tenun khas Toraja yang diperagakan oleh Ibu-ibu pejabat tersebut.

Rudy Chandra bahkan berjanji akan membawa kain tenun Toraja ke Pekan Mode tahunan terbesar di Asia Tenggara yang lebih dikenal dengan Jakarta Fashion Week, 2018 mendatang. Dengan demikian, tenun Toraja yang merupakan warisan Budaya Toraja akan masuk kancah internasional.

Selain peragaan busana, Festival Tenun Toraja 2017 ini juga menghadirkan hampir semua pengrajin tenun dari seluruh wialyah Tana Toraja untuk unjuk kebolehan. Dari semua hal ini, bis adibayangkan betapa pentingnya Festival Tenun Toraja 2017 ini bagi lestarinya budaya Indonesia.

Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...