Skip to main content

Wow, Penginapan Dieng Culture Festival 2017 Sudah Penuh

Wow, penginapan-penginapan di area penyelenggaraan Dieng Culture Festival (DCF) 2017 penuh. Festival itu sendiri dilaksanakan di Dieng Kulon, Banjarnegara, Jawa Tengah pada 4-6 Agustus 2017.

Informasi itu disampaikan pemilik Homestay Kemangi Syariah Dieng, Zaidan Mursalin Daud, seperti dilansir dari Antara, Jumat (4/8/2017).

"Karena banyak yang penuh, wisatawan yang baru datang supaya lebih rajin mencari penginapan lain atau mencari kamar yang batal dipesan," kata Zaidan di Banjarnegara, Kamis (4/8/2017).

Dia mengatakan penginapan menjadi hal yang paling dicari oleh wisatawan dalam negeri dan mancanegara menjelang dan saat pelaksanaan DCF setiap tahunnya.

Dia mengaku saat ini penginapan miliknya sudah dipesan oleh pengunjung DCF 2017. Ajang tahunan pada 2017 tersebut dilaksanakan dengan berbagai rangkaian kegiatan.

Utamakan kenyamanan


Zaidan mengatakan terdapat hal yang berbeda terkait pengelolaan penginapan miliknya di ajang Dieng Culture Festival 2017, yaitu pembatasan jumlah tamu homestay.

Pada DCF sebelumnya, dia mengatakan satu penginapan bisa berisi lebih dari 25 orang sehingga penuh sesak. Beberapa pengunjung penginapan harus rela tidur di lantai di penginapan miliknya.

Akan tetapi, saat ini Zaidan hanya menyewakan tiga kamar dengan kapasitas sekitar tujuh orang. Hal terpenting bagi dia adalah pelayanan serta kenyamanan bagi pengunjung penginapan.

"Soal pemasukan bisa dicari lain waktu ada hari lain pengunjung mampir ke sini. Terlebih jika memaksakan banyak yang menginap di sini, kami juga repot karena pelayanan kami kelola sendiri," katanya kepada Antara.

Dia mengatakan pembatasan menerima tamu dilakukan juga karena alasan pemerataan persebaran wisatawan DCF. Dengan begitu, homestay yang mengalami batal order juga memperoleh berkah dari membludaknya pengunjung di DCF 2017.

Harus jeli mencari


Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa, Alif Fauzi, mengatakan terdapat sejumlah homestay warga sekitar yang bisa saja kosong menjelang pelaksanaan DCF.

Selama jeli mencari, katanya, pengunjung bisa mendapatkan penginapan meski pilihan homestay makin sedikit karena banyak yang penuh. Namun, upaya mencari homestay tentu relatif lebih sulit dibandingkan mencarinya jauh hari sebelum pelaksanaan DCF.

Terlebih, kata Alif, sekitar satu bulan sebelum pelaksanaan DCF menunjukkan homestay rata-rata telah dipesan atau penuh orderan.

Diperkirakan puluhan ribu pengunjung akan menghadiri acara-acara dalam rangkaian DCF 2017 yang banyak terpusat di sekitar Candi Arjuna, Banjarnegara.

Sumber: Antara

Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...