Skip to main content

Wisata ke Malino Berasa di Paradiso

Wakil Presiden Jusuf Kalla, dalam sambutan pembukanya di acara Kongres Indonesia Diaspora ke-4 Global Summit, sempat melontarkan ajakan pada para menteri dan diaspora untuk mempromosikan destinasi wisata alam di Malino, Gowa, Kab. Sulawesi Selatan.

Wapres RI Jusuf Kalla ingin menjadikan kawasan konservasi alam Malino, Kabupaten Gowa sebagai destinasi wisata baru di Pronvinsi Sulawesi Selatan dan bersama-sama meningkatkan pariwisatanya, seperti yang dilansir balipost.com.

Malino? Terdengar seperti destinasi wisata yang amat menggairahkan untuk dikunjungi ketika Wapres JK memamerkannya. Dahulu, Malino dikenal dengan nama kampung ‘Lapparak’. Dalam bahasa Makassar Lapparak berarti datar, yang berarti pula hanya di tempat itulah yang merupakan daerah datar, di antara gunung-gunung yang berdiri kokoh.

[caption id="attachment_2140" align="aligncenter" width="1600"] Panorama Malino yang berasa paradiso.(foto: jelajahsuwanto.blogspot.co.id)[/caption]

Menurut Wikipedia, Kota Malino mulai dikenal dan semakin popular sejak zaman penjajahan Belanda, lebih-lebih setelah Gubernur Jenderal Caron pada tahun 1927 memerintah di “Celebes on Onderhorighodon” telah menjadikan Malino pada tahun 1927 sebagai tempat peristirahatan bagi para pegawai pemerintah.

Malino sendiri adalah kelurahan yang terletak di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kurang lebih 90 km dari Kota Makassar, dan merupakan salah satu objek wisata alam yang punya daya tarik luar biasa.

Terdapat hutan wisata berupa pohon pinus tinggi berjejer di antara bukit dan lembah. Pemandangan indah di sepanjang jalan menanjak dan berkelok-kelok dengan melintasi deretan pegunungan dan lembah, mengiringi perjalanan Anda menuju kota Malino. Indah sekali.

[caption id="attachment_2142" align="aligncenter" width="1500"] Anda dapat menjumpai hutan pinus indah ini di Malino. (foto: fotolepas.com)[/caption]

Malino juga memiliki gunung-gunung yang sangat kaya dengan pemandangan batu gamping dan pinus.  Berbagai jenis tanaman tropis yang indah, tumbuh dan berkembang di kota yang dingin ini. Maka, ada tulisan Malino Kota Bunga di ‘pintu masuk’ yang akan Anda jumpai. Selain itu, Malino pun menghasilkan buah-buahan dan sayuran khas yang tumbuh di lereng gunung Bawakaraeng.

Untuk berwisata ke Malino, Anda harus menempuh perjalanan darat dari kota Makassar sekitar 2 jam. Meski kondisi jalan sudah sangat bagus, Anda tetap perlu berhati-hati karena banyaknya tanjakan dan tikungan di sepanjang jalan, ditambah lagi dengan semakin meningkatnya volume kendaraan dari dan ke Malino setiap hari, terlebih lagi pada akhir pekan. Apalagi ketika musim hujan, berhati-hatilah dalam berkendara sebab kota ini sering berkabut dan jarak pandangnya  hanya 100 meter.

Oh ya, banyak tempat wisata di Malino ini. Anda bisa melihat air terjun seribu tangga, air terjun Takapala, Lembah Biru, Kebun Teh Nittoh, ungker peninggalan Jepang dan Gunung Bawakaraeng yang bisa Anda daki. Oleh-oleh khas daerah ini yang bisa Anda jadikan tali asih adalah buah Markisa, dodol ketan, Tenteng Malino, apel, wajik, dan banyak lagi. Malino juga penghasil beras bagi Sulsel.

Nah, berwisatalah ke Malino, Anda akan dijamu pemandangan berasa paradiso.

Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...