Skip to main content

Tren Foto Pre-Wedding yang Cinta Indonesia

Tren foto pre-wedding telah mengalami pergeseran, dari yang biasanya serba mewah di luar negeri dengan latar dan gaun yang menguras kantong, kini tema tersebut mulai tergantikan dengan segala sesuatu yang bertema Indonesia. Hal ini diungkap Ayundha Wardhani dalam www.cnnindonesia.com, Project Lead pameran pernikahan Bridestory yang bulan Juli lalu  yang berlangsung di Indonesia Center Exhibition (ICE), BSD, bahwa tren foto akan kembali ke kekayaan budaya dan pemandangan Indonesia.

Destinasi favorit calon pengantin jika dipantau dari para vendor yang membuka booth di pameran, merujuk pada Sumba, Lombok, Bali, Danau Toba hingga destinasi lain di Indonesia. Sementara destinasi luar negeri akan memakan banyak biaya, destinasi ini justru lebih terjangkau dengan mata uang yang sama. Calon pengantin bisa menyimpan biaya untuk keperluan pernikahan yang sesungguhnya, dekorasi, katering, dan sebagainya.

[caption id="attachment_2267" align="aligncenter" width="2048"] Pre-wedding yang sangat Indonesia, di Jembatan Ampera, Palembang, dengan pakaian adat yang khas. (foto: www.duaarts.photography)[/caption]

Untuk konsep sendiri, kebanyakan pasangan calon pengantin memang menginginkan konsep pre-wedding yang unik dan berkesan. Maka kini mulai banyak pasangan yang memakai  ‘Thematic Concepts Shoots’ atau ‘Korean Concept Shoots’ yang meniru adegan-adegan drama Korea, demikian menurut hartonomall.com. Nah, latar belakang wisata Indonesia memperkuatnya, menjadi lebih dramatik.

Namun, meski menggunakan gaun pengantin internasional, latar lokasi pemandangan Indonesia justru bisa saling melengkapi, malahan menjadi paduan kekayaan budaya yang unik, berkarakter, dan penuh keindahan. Unsur tradisional akan semakin kuat, jika calon pengantin memilih pose pre-wedding dengan baju adat. Pastinya, dengan latar belakang pemandangan indah Indonesia yang kaya, karakteristik foto pre-wedding Anda akan semakin kuat saja.

[caption id="attachment_2269" align="aligncenter" width="800"] Suasana pre-wedding di Batu Payung, Lombok yang dramatik. (foto: indonesiatripcanvas.com)[/caption]

Apalagi bila pasangan calon pengantin adalah traveler yang termasuk doyan berwisata. Momen ini bisa dimanfaatkan untuk sekaligus melakukan wisata bersama, dengan dana yang bisa diatur kehematannya.Anda dapat bersenang-senang selagi pemotretan, sedikit refreshing  atau jeda menjadi perlu akibat stres dalam persiapan pernikahan Anda. Bagi pasangan calon pengantin kekinian, foto ‘instagrammable’ memang saat ini amatlah penting.

Pemotretan pre-wedding adalah kesempatan bagi Anda dan calon pasangan untuk menggambarkan kisah cinta yang tentunya unik dan tersendiri. Buatlah momen yang kelak bisa menjadi sebuah sejarah bagi Anda dan pasangan yang bisa diceritakan ke anak cucu. Sungguh membanggakan bila bisa mengabadikan keindahan alam budaya Indonesia yang telah menjadi tren pre-wedding masa kini.

Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...