Skip to main content

Traveler Swiss ke Air Terjun Cunca Ngkuang, Keluhkan Infrastruktur Pariwisata

Seorang wisatawan asal Swiss baru-baru ini mengunjungi air terjun Cunca Ngkuang di Kampung Mondo, Desa Bangka Kantar Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT. Ia mengeluhkan ketiadaan infrastruktur yang memadai di objek wisata potensial tersebut.


Traveltoday melansir laporan radar-indonesia.com yang diterbitkan pada, 1 Agustus 2017. Dilaporkan bahwa traveler bernama Nicole Bischof tersebut bertanya-tanya mengenai infrastruktur yang belum memadai di sana.


Obyek wisata alam Cunca Ngkuang merupakan salah satu aset pariwisata yang saat ini  dimiliki oleh Kabupaten Manggarai Timur. Keindahan alam air terjun ini sangat memikat mata para wisatawan yang datang, serta masih bersifat alami yang pantas dan layak dijaga.



Pengalaman unik

Menurut Nicole, ia mendapatkan pengalaman yang sangat unik ketika mengunjungi obyek wisata ini. Ia bisa melihat bagaimana orang bisa hidup dan gaya hidup lebih atau kurang mencukupi.


“Akan tetapi kami juga bisa melihat bagaimana seharusnya masyarakat bisa mendapatkan keuntungan dari listrik, jalan yang lebih baik, materi sekolah dan pendidikan formal,” kata Nicole kepada radar-indonesia.com.


Namun demikian, kata Nicole, alangkah bagusnya keindahan wisata alam tersebut jika didukung dengan infrastruktur seperti sarana dan prasarana yang memadai.


Nicole juga menambahkan, jika infrastruktur jalan, listrik dan air bersih mendukung, maka, semua wisatawan akan sering melancong ke surga tersembunyi Cunca Ngkuang.


Selain Nicole, Manuela Bischol (23) juga wisatawan asal Swisse, yang juga mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan yang menghubungi tempat wisata air terjun Cunca Ngkuang itu.


Manuela mengatakan bahwa keindahan alam yang sangat eksotis ini hedaknya didukung oleh infrastruktur yang memadai, ”Sehingga untuk mengunjungi tempat ini tidak terlalu sulit,” tambahnya. (*)


Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...