Skip to main content

Ternyata, Ada 258 Spesies Burung di Raja Ampat

Raja Ampat di Papua Barat telah menjadi destinasi wisata yang diidamkan oleh para traveler. Tak hanya terkenal dengan obyek wisata bahari dan keindahan terumbu karangnya, di sana juga memiliki 258 jenis spesies burung.

Papua sendiri memiliki 10 burung endemik dan 6 di antaranya berasal dari Raja Ampat. Menurut Kepala Dinas Pariwisata setempat, Yusdi Lamatenggo mengatakan, enam burung endemik tersebut di antaranya aepypodius bruijnii (maleo waigeo) dan chalcopsitta atra (nuri hitam atau black lory). Kemudian cicinnurus respublica (cenderawasih botak), ducula myristicivora (pergam rempah), monarcha julianae (kehicap kofiau), paradisaea rubra (cenderawasih merah).

“Sehingga Raja Ampat dijuluki juga sebagai jantung wisata burung di Papua,” katanya kepada wartawan seperti dikutip dari tabloidjubi.com.

Ekowisata


Masih menurut Yusdi, pemerintah daerah mendukung pengembangan wisata burung melalui kegiatan ekowisata berbasis masyarakat. Pengelolaan wisata tersebut harus sesuai prinsip-prinsip konservasi untuk menjaga kelestarian alamnya.

Yusdi mengakui bahwa informasi mengenai potensi ragam hayati di destinasi wisata andalan tersebut masih perlu disebarluaskan.

“Saat ini belum banyak informasi terkait potensi ragam hayati hutan Raja Ampat yang terangkat, termasuk ragam hayati burung. Hutan di Kepulauan Raja Ampat adalah rumah bagi beragam tumbuhan dan hewan unik dari jenis amfibi, reptil, serta mamalia. Ini menjadi aset yang perlu dijaga,” katanya.

Para pecinta burung dan fotografer kini mulai berdatangan untuk menikmati pesona dan keindahan burung-burung, kata Yusdi. Oleh karena itu, pihaknya berupaya membangun trek-treknya dan membuat pos pengamatan agar tidak menganggu habitat burung-burung.

Kepala BKSDA Papua Barat, Agung Setyabudi, mengatakan, endemik di Raja Ampat tersebar di beberapa pulau yang khusus dipantau pihaknya agar tidak punah dan tetap lestari.

Penyebaran burung-burung tersebut barada Pulau Waigeo, Misool, Kofiau, Batanta, dan Pulau Salawati. (*)

Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...