Skip to main content

Tari Babukung dari Kabupaten Lamandau yang Mencuri Perhatian

Tari Babukung yang berasal dari Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah ini rasanya masih asing di telinga. Namun, menurut Yohanes Indra lewat infonawacita.com, Tari Babukung yang tampil dalam acara Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental Indonesia 2017 di Solo, Jawa Tengah ini berhasil memukau penonton dan memberi kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Lamandau.

Tari Babukung itu dikabarkan tampil hingga tiga kali saat pembukaan, karnaval, dan penutupan, dan terus membuat penonton terpukau. Antusiasme Masyarakat Solo sangat luar biasa, sehingga Tari Babukung yang dinilai unik, klasik, natural, dan menarik.

[caption id="attachment_2308" align="aligncenter" width="800"] Bukung-bukung dalam Tarian Babukung. (foto: tgifmag.com)[/caption]

Tari Babukung sendiri sebenarnya memiliki filosofi yang amat kuat. Manurut Borneonews.co.id, setidak-tidaknya ada dua makna yang terkandung dalam kegiatan ritual Tari Babukung sebagai sebuah tradisi masyarakat adata Dayak dengan kepercayaan keharingan terdahulu. Yakni, saling membantu (bersedekah kepada keluarga korban yang ditinggal mati), dan makna berbagi yang dituangkan dalam bentuk menghibur orang yang bersedih ditinggal keluarga yang meninggal dengan tarian-tarian lucu.

Para penari dari Tarian Babukung disebut Bukung. Para Bukung, menurut tgifmag.com,  mengenakan Iuha’ ata topeng yang mencirikan 12 hewan dan karakter khas Lamandau. Mulai dari bukung buaya, anjing, udang, tingang (burung rangkong), betet (burung nuri), kelelawar, naga, rusa, bukung belanda, hingga bukung hantu. Yang terakhir ini nampak seram karena muka hantu topeng kayunya didominasi warna merah dan hitam, dan pemakainya berselimut baju dari ijuk. Bukung sendiri berarti hantu.

[caption id="attachment_2309" align="aligncenter" width="800"] Bukung hantu dalam Tarian Babukung. (foto: tgifmag.com)[/caption]

Festival Babukung sendiri diselenggarakan menjadi festival tahunan yang digelar di Nanga Bulik, ibu kota Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah.  Singkatnya, menurut Wikipedia,  Festival ini berawal dari Babukung merupakan sejenis tarian ritual adat kematian Suku Dayak Tomun di Lamandau. Tarian ini menggunakan topeng dengan karakter hewan tertentu yang disebut Luha, sedangkan para penari disebut Bukung. Bukung-bukung ini datang dari desa tetangga atau kelompok masyarakat dengan tujuan menghibur keluarga duka sembari menyerahkan bantuan. Melihat keunikan dan keeksotisan Babukung, Pemerintah Kabupaten Lamandau mengangkatnya menjadi salah satu agenda rutin festival budaya. Hasilnya ternyata cukup menggembirakan, perhatian dari masyarakat dan turis baik lokal maupun mancanegara sangat antusias.

[caption id="attachment_2310" align="aligncenter" width="800"] Tari Babukung dengan filosofi mendalam bagi kehidupan bersama dalam masyarakat dan yang perlu dilestarikan. (foto: tgifmag,com)[/caption]

Namun demikian, adapun Tari Babakung yang berusaha  dilestarikan saat ini dengan bentuk festival atau semacamnya adalah seni pertunjukkan. Sehingga murni mengambil intisari dari sisi seni dan budayanya, tidak pada sisi kesakralan pelaksanaan tradisinya. Sehingga, yang ditonjolkan salahsatunya adalah seni ukur, koreografo, keunikan kostum, iringan musik dan lain sebagainya.

Memang, lewat budaya ini kita jadi tahu, begitu banyak jenis topeng di Indonesia, juga ritual kepercayaan yang begitu kaya dimiliki oleh Indonesia. Luar biasa membanggakan, bukan?

Comments

Popular posts from this blog

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...