Skip to main content

Sisi Lain Mitos Taman Sari Yogyakarta

Jika Anda mengunjungi kompleks pemandian raja Taman Sari Yogyakarta, akan ada banyak cerita mitos mengenai kecantikan dan eloknya Taman Sari ini. Biasanya cerita berkisar mengenai sisi erotis kenimatan raja memandang para selir yang sedang mandi.

Cerita lalu bergulir dengan begitu liar mengenai fungsi Taman Sari yang dipandang sebagai bentuk voyeurism para kerabat penguasa menikmati waktu senggangnya bersama para putri dan selir cantik. Biasanya sudut-sudut kamar yang ada di Taman Sari pun, diceritakan sebagai saksi sejarah sensasional mengenai skandal kenikmatan seksual, khususnya yang dikenal dengan Umbul Pamuncar.

Namun, bernarkah, bahwa Taman Sari menyimpan mitos cerita erotik yang begitu terkenal dari mulut ke mulut itu. Jika Anda bertanya pada para pemandu, maka cerita-cerita itu akan diceritakan sebagai sesuatu yang dibiarkan misterius untuk memberikan kesan sensasional.

[caption id="attachment_2022" align="aligncenter" width="2069"] Berada di dalam bangunan tua Taman Sari, kesan mistis tertangkap kuat. (foto: Purwono Nugroho Adhi)[/caption]

Padahal jika Anda telisik lebih mendalam, Taman Sari merupakan sebuah perpaduan arsitektur indah dari Hindu, Cina, Eropa, dan Islam yang dibangun sebagai taman peristirahatan bagi kerabat kerajaan. Menurut berbagai laman yang ada, salah satunya dari laman akarasa.com, Taman Sari dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I.

Hingga saat ini pun, masih banyak perdebatan, siapa sebenarnya arsitek bangunan Taman Sari. Ada yang mengatakan bahwa bangunan Taman Sari dirancang oleh seorang Portugis bernama Demang Tegis, tetapi ada pula yang mengatakan bahwa bangun tersebut dirancang oleh orang Jawa bernama R. Ronggo Prawirosentiko yang mencoba mengadopsi bangunan Portugis.

Tentu misteri itu, akan menambah kemenarikan Anda ketika mengunjungi Taman Sari ini. Sebenarnya dalam sejarah tempat pemandian di dunia, ada banyak kajian yang menyiratkan segi kultural praktik tempat pemandian. Suemedha Sood dalam bbc.com travel, “The origins of bathhouse culture around the world” memberikan kajian menarik, bahwa praktik pemandian sudah ada semenjak ribuan tahun sejak zaman neolitik. Bahkan salah satu pemandian umum paling awal di dunia dibangun di Lembah Indus sekitar 2500 sebelum Masehi di kota Mohenjo-daro. Para antropolog mengatakan bahwa hal itu mungkin digunakan juga sebagai kuil, karena mandi dan kebersihan sangat terkait dengan kepercayaan agama.

Namun, sekitar tahun 300 sebelum masehi, praktik pemandian itu diadopsi oleh orang Romawi, menjadi peristirahatan dan rekreasi bagi para orang kaya. Biasanya, ada banyak kerumunan laki-laki dan perempuan mandi telanjang bersama. Nah, hal itulah yang akhirnya membawa citra budaya dan norma sosial yang berkembang dengan kebiasaan dan etiket yang berbeda, terutama soal pemandian umum.

Mungkinkah, mitos pemandian Taman Sari hanya ditujukkan sebagai pemandian sensasional tersebut? Silahkan Anda kunjungi dan temukanlah misterinya disana.

 

 

Comments

Popular posts from this blog

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...