Skip to main content

Siap-Siap, Lampung Krakatau Festival 2017 Akan Digelar Tak Lama Lagi

Pemerintah Provinsi Lampung kembali akan menggelar event Lampung Krakatau Festival ke-27 akan digelar  pada 25-27 Agustus 2017. Informasi ini disampaikan oleh Humas Pemprov Lampung.

Menurut rencana, festival tersebut akan digelar di dua tempat. Bandar Lampung dan Kalianda terpilih sebagai lokasi untuk menampilkan berbagai kegiatan menarik.

“Lampung Krakatau Festival 2017 akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan,” kata Asisten Ekbang Setprov Lampung, Adeham, di Bandarlampung, melalui rilisnya pada redaksi jajananlampung.com, Kamis, 3 Agustus 2018.

Acara unggulan


[caption id="attachment_1603" align="aligncenter" width="802"] Lampung Krakatau Festival 2016 (foto: elshinta.com)[/caption]

Beragam acara unggulan telah disiapkan. Pesona Sang Bumi Rua Jurai akan diisi dengan peragaan busana, kuliner khas Lampung, serta pagelaran seni tradisional Lampung.

Kemudian ada pula seni kontemporer, pemutaran film indie, awarding, temu online masyarakat Lampung (GenPI – generasi Pesona Indonesia).

Tak ketinggalan ada gelaran aneka permainan anak tradisional Lampung dan kontes stand terbaik yang akan diikuti oleh perwakilan dari 15 kabupaten/kota se Lampung, masyarakat umum, blogger dan komunitas.

Lampung Culture and Tapis Carnival


Salah satu acara yang ditunggu-tunggu adalah pawai budaya. Acara bertajuk Lampung Culture and Tapis Carnival digelar di Lapangan Saburai dengan peserta dari 15 kabupaten/kota pada 27 Agustus 2017.

Adeham mengatakan seperti tahun tahun sebelumnya Tour Krakatau 2017 akan dimulai dari dermaga BOM Kalianda Lampung Selatan.

Namun, sebelum berangkat akan dilaksanakan acara “Upacara Ruwat Laut dan Doa” yang dimeriahkan puluhan perahu hias. Lomba perahu hias dan perahu layar dari Kalianda ke Pulau Sebesi.

Adeham mengharapkan pelaksanaan Lampung Krakatau Festival 2017 dapat terlaksana dengan baik.

Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...