Skip to main content

Setelah Puas Selfie di Pantai Drini, Pantai Indrayanti Punya Senjanya Sendiri

Dari Pantai Krakal perjalanan dilanjutkan menuju Pantai Drini. Jarak kedua pantai ini lebih kurang 10 menit dengan kendaraan bermotor. Pantai ini terletak di tengah kampung nelayan, sehingga tampak lebih ramai jika dibandingkan dengan kedua pantai sebelumnya.

Anda cukup membayar parkir Rp2000 saja dan sudah dapat menikmati pantai ini. Berbeda dengan kedua pantai sebelumnya, pasir Pantai Drini lebih halus dan jarak bibir pantainya lebih lebar. Sehingga sangat menyenangkan untuk bermain olah raga pantai seperti sepak bola, voli pantai, atau permainan lainnya.

Yang membuat pantai ini menjadi istimewa dan berbeda dengan pantai lainnya, karena di sini terdapat pulau kecil di bibir pantai yaitu Pulau Drini. Untuk menuju pulau ini, anda harus rela berbasah-basah menyeberang ke pulau walaupun air sedang surut. Jika pasang maka anda harus menaiki tali yang telah disediakan untuk menuju pulau ini.

[caption id="attachment_1708" align="aligncenter" width="640"] Pulau Drini yang melekat dengan Pantai Drini. Unik. (foto: indotravelgo)[/caption]

Pulau karang yang lumayan rimbun dan dipenuhi pepohonan ini, menjadi tempat yang asyik buat berfoto. Baik berlatar belakang pantai di kiri-kanannya atau berlatar lautan di depan serta kampung nelayan di belakangnya. Di sini juga disediakan spot-spot foto yang sangat menarik untuk ditampilkan di sosial media.

Di pantai ini disediakan pondok-pondok untuk tempat melepas lelah. Juga toilet dan kamar bilas untuk mereka yang selesai berenang di laut. Namun karena airnya yang dangkal menjorok panjang ke laut ketika surut, maka jarang yang berenang di pantai ini. Lebih banyak yang berjalan-jalan dan berfoto-foto menikmati keindahan pemandangan Pantai Drini.

Bukit karang pengapit Pantai Indrayanti


Setelah Pantai Drini ada Pantai Indrayanti. Pantai ini adalah pantai yang sangat terkenal dan paling ramai dibandingkan dengan semua pantai yang ada di Wonosari.

[caption id="attachment_1710" align="aligncenter" width="640"] Keramaian pengunjung di Pantai Indrayanti (foto: indotravelgo)[/caption]

Air lautnya yang biru yang langsung menghempas ke pasir putih, membuat Pantai Indrayanti menjadi pantai favorit untuk berenang.

Jika anda datang di hari sabtu atau minggu, maka semua bibir pantai akan dipenuhi oleh pengunjung yang menggelar tikar dibawah tenda-tenda yang disediakan. Pasir pantai ini sangat tebal dan dalam. Jika anda berjalan diatasnya, kaki anda akan tenggelam di dalamnya.

Pantai ini diapit oleh dua bukit karang yang dapat di daki. Keduanya mempunyai pemandangan yang sangat indah. Banyak spot menarik yang telah disediakan oleh pengelola di atas bukit ini. Sehingga jika musim liburan tiba, anda harus antre untuk mendapatkan spot foto yang terbaik.

[caption id="attachment_1711" align="aligncenter" width="640"] Sunset di Pantai Indrayanti (foto: indotravelgo)[/caption]

Jika anda berkunjung ke Pantai Indrayanti, tunggulah matahari tenggelam. Anda akan melihat keindahan sunset yang tidak akan anda dapatkan di pantai-pantai Wonosari lainnya.

Jadi tunggu apalagi? Siapkan diri anda untuk mengunjungi asrinya pantai-pantai tersembunyi di Wonosari.

Comments

Popular posts from this blog

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...