Skip to main content

Sensasi Relaksasi Vanaprastha Gedong Songo Park

Pergi ke Vanaprastha Gedong Songo Park yang belum saya ketahui, awalnya sedikit mengutuk suami. Diajaknya saya ikut acara kantornya, di sebuah taman di Gedong Songo.  Semua orang tahu bagaimana lelahnya mengitari kompleks Gedong Songo, hal yang telah lama saya hindari karena saya kurang berolah raga. Kali ini suamilah yang memiliki gagasan untuk membuat acara di atas sana selama dua hari. Huff...

Memang tanjakannya bukan main bagi saya, meski sebenarnya hanya separuh jalan. Masuk ke lokasi Kompleks Candi Gedong Songo, kami serombongan berjalan bersama. Lama-kelamaan, kami berpencar dan berjarak,  karena tak semuanya kuat menanjak dengan kecepatan yang sama.

Hampir sampai di lokasi, jantung berdegup kencang, nafas ngos-ngosan, tubuh menjadi panas dan berkeringat, padahal kabut udara malam yang dingin mulai berdatangan. Diam-diam saya bertekad, tak ingin lagi mengulangi perjalanan ini. Tentu, sambil sedikit mengomel pada suami yang seolah ingin memberi sebuah kejutan.

[caption id="attachment_1653" align="aligncenter" width="1536"] Sisi lain Vanaprastha Gedong Songo Park, indah bukan? (foto: Sandra Palupi)[/caption]

Dan, yah... Setelah melewati tulisan Vanaprastha Gedong Songo Park, sampailah saya pada komplek rumah kayu yang besar dan kokoh. Rumah-rumah itu seperti berada di dalam pelukan pohon-pohon pinus. Amboi, indahnya... Kami akan menginap semalam di sana, dan saya langsung merasakan sensasi relaksasinya. Alam yang begitu mempesoana. Di sini suami senyum-senyum simpul memperhatikan ekspresi saya. Dia tahu, kali ini pasti menang lagi. Hahaha... Tapi saya tidak peduli.

Saat suami sibuk mengurusi acara kantornya, saya berada di sebuah kamar namun erus saja sibuk dengan rasa penasaran. Tak disangka, ternyata kawasan Gedong Songo memiliki keunggulan tingkat dunia. Menurut situs Visit Central Java, kawasan Gunung Ungaran memang  memiliki bioenergi terbaik di Asia. Energi alam yang bagus, positif dan bersih, terdapat di sini.

[caption id="attachment_1654" align="aligncenter" width="640"] Gambar dalam rumah kayu di lokasi Vanaprastha Gedong Songo Park. (foro: Sandra Palupi)[/caption]

Bionergi yang bersih sangat penting bagi kebugaran tubuh. Dengan menghirup energi positif alam itu, tubuh dan pikiran akan berasa segar. Energi dalam tubuh dan pikiran yang terbarukan oleh energi positif alam, akan membuat kita mampu memunculkan gagasan-gagasan segar. Dan dengan begitu, kita akan dapat menciptakan kemajuan dan meningkatkan kualitas hidup.

Inilah mengapa Perum Perhutani mendirikan rumah kayu jati di sini. Tak hanya menyuguhkan wisata sejarah, namun juga wahana wisata rumah kayu. Bionergi terbaik inilah yang hendak disuguhkan bagi para wisatawan. Pas juga untuk para wisatawan yang senang melakukan relaksasi, yoga, reiki, meditasi, dan sebagainya. Saya tambahkan pula, ini pas pula untuk penulis mereguk inspirasi. Hehehe...

Di Vanaprastha Gedong Songo Park, berdiri tiga rumah heritage. Ternyata, rumah kayu jati yang sedang saya singgahi ini, telah berumur lebih dari satu abad. Pada jaman Belanda, bangunan ini yang dahulu disebut jati bedrig, digunakan sebagai rumah pejabat perusahaan kehutanan yang mengelola jati di Jawa. Kemudian dari lokasi-lokasi hutan Jati di Jawa, Perum Perhutani memindahkan tiga unit ke kompleks Candi Gedong Songo untuk keperluan kepariwisataan. Wow, bukan main.

[caption id="attachment_1655" align="alignnone" width="1536"] Siapa yang mampu menolak pemandangan indah ini. Rumah kayu jati berumur lebih seabad di Vanaprastha Gedong Songo Park. (foto: Sandra Palupi)[/caption]

Persis seperti yang saya temukan di situs Perhutani, selain fasilitas villa atau rumah kayu, dalam Vanaprastha Gedong Songo Park, juga ada taman pinus, taman bermain anak, area camping, dan kursi tempat bercengkerama sembari menyesap dinginnya udara yang tertiup angin. Dibangun pula gazebo yang dapat dimanfaatkan untuk yoga dan meditasi, cocok sekali bagi yang menginginkan ketenteraman.

Baiklah, saya mengaku kalah. Diam-diam, saya ingin merasakan sensasi relaksasi lagi, di Vanaprastha Gedong Songo Park!

Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...