Skip to main content

Museum Kata, Inspirasi Pencinta Sastra

Anda yang mencintai dunia sastra, tentu turut berbahagia akan kehadiran Museum Kata di Belitung Timur ini. Ya, Museum pertama kali ada dan hanya satu-satunya di Indonesia ini, dimiliki oleh Andrea Hirata. Di sana juga jelas tertulis 'Indonesia's First Literary Museum'. Ya, tentu ia mengingatkan Anda dengan Laskar Pelangi, karya novel yang luar biasa menggebrak itu.

Memang, museum ini dimulai dari kesuksesan Andrea Hirata dalam karya sastra dan film Laskar Pelangi. Museum Kata Andrea Hirata berlokasi di Jalan Laskar Pelangi no.7, Gantong, Belitung Timur. Banyak hal inspiratif yang dapat Anda temukan di museum ini.  ‘Bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu’...itu barulah rangkaian kata sang Novelis, namun cukup inspiratif bukan? Bisa Anda bayangkan hal inspiratif apa lagi yang dapat Anda temukan di tempat ini.

[caption id="attachment_2043" align="aligncenter" width="855"] Museum Kata yang bersahaja. (foto: indonesiakaya.com)[/caption]

Bangunan yang seolah tak begitu besar itu ternyata memanjang ke belakang. Jika Anda sudah menikmati novel maupun film Laskar Pelangi, tentu Anda akan paham beberapa karakter tokoh di dalam sana.  Ruang Lintang, Ikal, dan Mahar, tertata apik lengkap dengan gambaran keunikan dari karakter para tokoh. Seturut namanya, ruangan ini berisikan gambar-gambar cuplikan adegan film Laskar Pelangi. Cover-cover dari novel Laskar Pelangi yang telah diterbitkan di berbagai negara juga ikut dipajang.

[caption id="attachment_2044" align="aligncenter" width="855"] Salah satu ruang tengah Museum Kata yang ditata begitu unik dan nampak nyaman berada di sana. (foto: indonesiakaya.com)[/caption]

Setelah ruang-ruang yang nyaman itu, Anda akan sampai ke ruang dapur. Anda akan melihat ruang dapur yang diubah menjadi semacam warung kopi. Warkop Kupi Uli, demikian ditulis di sana. Anda dapat memesan kopi agar lebih bisa menikmati suasana Museum Kata dengan lebih nyaman. Anda dapat berdiskusi sambil duduk-duduk santai. Hmm,...khas sastrawan sekali.

Menurut laman www.indonesiakaya.com, masuk ke Museum Kata tidak dikenakan biaya sama sekali. Namun menurut perkembangannya, oleh MomAbel dalam kompasiana.com, kini biaya masuk ke Museum Kata sebesar Rp. 50.000,-. Harga yang cukup sepadan karena Anda akan mendapat buku saku Laskar Pelangi yang hanya ada di sana saja. Cukup spesial bukan? Tentu saja dengan segudang inspirasi yang akan Anda bawa sebagai bekal perjalanan pulang.

[caption id="attachment_2045" align="aligncenter" width="855"] Warkop Kupi Kuli dalam Museum Kata ini melengkapi keunikan dan kesahajaan sebuah bangunan milik Novelis Andrea Hirata ini. (foto: indonesiakaya.com)[/caption]

Nah, salah satu bagian yang menjadi favorit para pegiat sastra, khususnya para penyair ada di tengah Museum Kata ini. Panggung terbuka dengan pepohonan pisang yang seolah dapat digunakan untuk pembacaan puisi, di sana tertulis ‘Mimbar Puisi Kebun’. Unik dan menarik bukan?

Hal yang paling membikin jiwa berdenyut ada di bagian paling  belakang Museum Kata. Sekolah Laskar Pelangi. Sekolah dengan bangunan sederhana ini merupakan sekolah gratis yang diselenggarakan Andrea Hirata, bagi anak-anak di sekitarnya.

Terasa sekali makna dan semangat yang hendak ditularkan sang Novelis kepada dunia. Anda akan memahami betapa karya sastra bisa menjadi bagian penting dalam kehidupan, bahkan mengubah nasib sebuah peradaban. Demikianlah Andera Hirata dengan Laskar Pelangi mengubah Belitung menjadi salah satu destinasi wisata dunia. Layaknya pesan Andrea Hirata pada para traveler di dinding depan sebelum masuk; Fiction is the New Power.

Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...