Skip to main content

Menjenguk Pulau Liki, Salah Satu Pulau Terluar di Papua yang Penuh Pesona

Papua tak pernah kehilangan pesona. Bahkan, banyak orang bilang jika Papua adalah sebuah surga yang diciptakan Tuhan di dunia. Salah satu yang perlu ditengok adalah Pulau Liki.

Di wilayah paling timur Indonesia tersebut berbagai kekayaan alam bisa dilihat, dirasakan, dan dinikmati. Salah satu tujuan traveler ke Papua adalah demi wisata bahari. Hampir seluruh penjuru bahari Papua memiliki keindahannya tersendiri, termasuk Pulau Liki.

Nama salah satu dari enam pulau terluar di Provinsi Papua ini tak setenar Raja Ampat. Setidaknya sampai sejauh ini. Namun, pulau yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Sarmi sangat disarankan untuk masuk dalam daftar senarai liburan Anda.

Menurut laman resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan, kkp.go.id, pulau tersebut merupakan bagian dari Kepulauan Kumamba. Selain Pulau Liki, di kepulauan tersebut terdapat Pulau Kosong dan Pulau Armo.

Pulau Liki merupakan pulau berpenghuni yang merupakan hak ulayat dari marga Weirau, Esries, Morsau, Kimam, dan Theno. Suku Sobey merupakan penghuni pulau ini, salah satu dari lima suku utama di Kabupaten Sarmi.

Surfing, diving, snorkeling? Bisa


Menurut situs harianpapua.com, gelombang ombak di perairan Pulau Liki cocok untuk surfing atau selancar. Ini karena didukung garis pantai dengan pasir putih yang halus.

Terumbu karang di sana pun terjaga kelestariannya. Tentunya, wisata bawah laut seperti snorkeling dan diving sangat sesuai.

[caption id="attachment_1886" align="aligncenter" width="640"] Atraksi lumba-lumba yang dapat dilihat langsung di Pulau Liki. (foto: Christopel Paino/mongabay.co.id)[/caption]

Selain keindahan bawah lautnya, Pulau Liki yang langsung mengarah ke Samudera Pasifik memiliki spot bermain ikan lumba-lumba. Ikan-ikan ini dapat dilihat secara jelas meski hanya dari bibir pantai karena lokasi bermainnya seringkali mendekat ke pantai.

Nah, buat mereka yang menyukai pantai, biasanya juga menanti suasana senja ketika matahari perlahan tenggelam. Percayalah, senja di Pulau Liki punya daya pikatnya tersendiri.

Bagaimana menuju ke sana?


Menuju ke Pulau Liki tentu sebuah tantangan tersendiri bagi para traveler. Jika Anda berangkat dari Jayapura, sekitar delapan jam perjalanan harus ditempuh menuju Sarmi.  lalu, lanjutkanlah perjalanan menggunakan speed boat.

Biaya sewa speed boat berkisar Rp1 juta hingga Rp 1,5 juta. Mahal? Tentu saja jika Anda pergi seorang diri ke sana.  Maka, rencanakanlah liburan secara kolektif sekitar lima sampai enam orang. Akan lebih hemat, bukan?

[caption id="attachment_1888" align="aligncenter" width="640"] Ikan asin tenggiri yang menjadi ciri khas produk olahan masyarakat di Pulau Liki. (Foto: Christopel Paino/mongabay.co.id)[/caption]

Masih menurut harianpapua.com, dalam memenuhi kebutuhan hidup, masyarakat Liki hanya sebatas menjual hasil kebun. Anda akan menemui pinang, sayur-mayur, dan juga buah-buahan. Mereka menjual ke pasar dekat pantai. Pasar yang hanya buka pagi hingga menjelang siang.

Sedangkan untuk tangkapan ikan mereka dapat langsung membawanya menggunakan speed boat ke Sarmi Kota. Jangan heran, hampir semua penduduk Pulau Liki adalah nelayan.

Bagi para traveler sejati, sekelumit informasi ini hanyalah sekadar pintu untuk menguak lebih lanjut potensi yang ada di sana. Bahkan, bukan tidak mungkin Anda bisa menjadi bagian dari kemajuan masyarakat setempat.

“Potensi besar dari jasa kelautan ini harus digenjot secara professional agar wilayah perairan di Pulau Liki dan Sarmi yang memiliki daya tarik tersendiri tidak hanya  menarik wisatawan. Namun juga, bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” kata Rahman Dako, konsultan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk pulau-pulau terluar, dikutip dari mongabay.co.id. (*)

Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...