Skip to main content

Menelisik Tamasya Off-Road di Lereng Merapi

Berwisata off-road (Recreational off-roading) dengan menggunakan kendaraan yang berkemampuan lintas alam, semisal Jeep, tentu mengasyikkan. Walaupun, cara wisata ini dikritik oleh beberapa pihak pecinta lingkungan hidup karena takutnya merusak vegetasi, namun minat wisatawan tetap luar biasa.

Salah satu trend wisata off-road  yang terkenal, ada di kawasan wisata kaliurang Yogyakarta. Setelah letusan Merapi, wisata Kaliurang Yogyakarta dibanjiri dengan tawaran tamasya off-road. Tamasya melalui jalur lahar di seputar lereng Merapi itu, akhirnya menjadi trend baru bagi wisatawan.

Maka, jika Anda mampir di Kaliurang Yogyakarta, sempatkanlah Anda mengunjungi tidak hanya wana wisata yang menawan, namun juga tawaran tamasya off-road dengan melintasi sudut-sudut aliran bekas lahar Merapi yang menantang.

Tentu tamasya off-road seperti itu, bukanlah trend baru bagi bisnis wisata. Dalam perkembangannya, dunia telah mengenal tamasya off-road di berbagai belahan tempat. Jenis kendaraannya pun sangat beragam, dari truk hingga jeep, bahkan kendaraan bermotor.

[caption id="attachment_2070" align="alignnone" width="3947"] Pink Jeep, off-road di Arizona, Amerika. (foto: Visit Phoenix)[/caption]

Salah satu yang paling terkenal  adalah Pink Jeep Tours di Sedona, Arizona, Amerika. Dalam lamannya pinkjeeptours.com ini, para wisatawan ditawari berwisata dengan jeep berwarna pink ke pedalaman Sedona yang luar biasa eksotis.

Wisatawan ditawari paket Broken Arrow Tour, dimana mereka diajak menengok sejarah, menjelajahi misteri bentang alam Arizona melalui perjalanan jeep yang menakjubkan dengan pemandangan yang indah menuju utara Grand Canyon yang terkenal itu.

Tamasya off-road ini memang terbilang tidak murah. Jika Anda ingin tamasya off-road di Kaliurang Yogyakarta, paling tidak Anda siap merogoh kocek Anda sebesar 400 ribu sekali jalan. Tentu, Anda bisa tawar menawar jika low season.  Namun, jika sedang ramai, siapkan kocek yang lebih besar, karena pastinya akan lebih mahal dari biasanya.

Namun, Anda bisa merasakan sensasi tamasya off-road dari Mudding,  Green laning hingga Rock crawling. Pastinya, Anda akan diajak melalui sungai-sungai landai, rerumputan, bebatuan bekas lahar dan jalan-jalan berliku di lereng Merapi. Kadangkali, jika jalan cukup terjal dan sulit, Anda diharapkan dapat menjadi "spotter". Spotter adalah asisten yang dibutuhkan oleh seorang pengemudi jika jalan yang dilalui cukup terjal dan tidak dimungkinkan untuk melihat di sekitar roda, apakah ada lubang atau tanah curam.

Tapi, tenanglah, hampir sebagian besar lintasan perjalanan adalah model Green laning. Sebuah perpaduan lintas jalan melalui jalan-jalan tua, rerumputan dan jalan pedesaan di pinggir hutan pinus.

Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...