Skip to main content

Kota Medan dan Kampung Madras, Menjaga Kehidupan Antar-Etnis Tetap Selaras

Jika Anda berkunjung ke Kota Medan, Sumatera Utara tak ada salahnya sejenak mengunjungi Kampung Madras atau Kampung Keling. Di kawasan seluas sekira 10 hektare ini adalah tempat komunitas India berada.

Kawasan ini terletak di sekitar Kecamatan Medan Polonia dan Medan Petisah. Begitu memasukinya, Anda akan langsung merasa seperti di India. Selain karena akan sangat mudah menjumpai orang-orang berparas India, sejumlah bangunan yang identik dengan masyarakat Hindu India pun ada.

Kuil Shri Mariamman


Sebuah kuil Hindu tertua di Medan ada Jl. Teuku Umar No.18, Medan. Namanya Kuil Shri Mariamman. Menurut wikipedia.org, kuil ini dibangun pada tahun 1881 untuk memuja Dewi Mariamman. Pintu gerbangnya dihiasi oleh gopuram atau semacam gapura. Gopuram adalah menara bertingkat yang biasanya dapat ditemukan di pintu gerbang kuil-kuil Hindu dari India Selatan. Kuil ini sering dipenuhi umat Hindu apabila festival Deepawali dan Thaipusam diadakan di sini.

[caption id="attachment_2049" align="aligncenter" width="640"] Bagian dalam Kuil Shri Mariamann, Kampung Madras, Medan. (foto: Slilin on flickr/skyscrapercity.com)[/caption]

Di Kampung Madras juga terdapat Sekolah Khalsa atau sekolah Sikh. Saat ini namanya adalah Khalsa English School. Sekolah ini begitu populer di Medan sebab pernah menjadi satu-satunya sekolah yang menerapkan pengajaran dalam bahasa Inggris di Ibu Kota Sumatera Utara itu.

Pertokoan khas India


Kehidupan khas India begitu dipertahankan di Little India ini. Menurut tabloidimaji.com, deretan toko dan ruko yang menjual segala pernak-pernik India akan terlihat ketika melintasi ruas Jalan Teuku Cik Ditiro hingga sampai ke persimpangan Jalan Zainul Arifin. Misalnya seperti pakaian khas, restoran, salon, kafe serta perlengkapan aksesoris khas India.




[caption id="attachment_2050" align="aligncenter" width="640"] Toko-toko bernuansa India di Kampung Madras, Medan.(foto: tabloidimaji.com)[/caption]

Beberapa toko pakaian khas India, berupa pakaian pengantin dan pakaian pesta di antaranya adalah Madras Fashion dan Lalita Collection. Kedua toko ini menjual berbagai pakaian India, seperti pilihan pakaian punjabi, kurta, sari berbagai model dengan bahan dan warna yang indah, serta aksesoris seperti kalung, anting dan gelang.



Pelestarian budaya


Masyarakat India di Kampung Madras masih melestarikan budaya mereka. Salah satu yang cukup dikenal adalah Perayaan Deepavali atau biasa disebut Diwali. Deepavali merupakan salah satu hari raya terbesar umat Hindu di India yang dirayakan pada bulan Aswayuja menurut kelender Caka Hindu. Atau sekitar bulan Oktober-November.




[caption id="attachment_2051" align="aligncenter" width="700"] Festival Colour atau Holy yang dirayakan warga komunitas India di Kampung Madras, Medan. (foto: Tribun Medan/Riski Cahyadi)[/caption]

Selain Deepavali, menurut tribunnews.com, masyarakat komunitas India Tamil di sana juga merayakan holy atau festival colour. Festival ini menarik wisatawan.

Bahkan, wisatawan yang berbondong-bondong menonton pun kadang ikut merayakan dengan saling melempar warna yang berasal dari pewarna makanan tersebut.

Meskipun hingga tahun 1950-an kawasan ini masih dihuni oleh warga keturunan India dalam jumlah yang besar, sejak saat itu jumlah tersebut telah berkurang karena keadaan ekonomi yang sulit sehingga membuat mereka harus pindah ke kawasan lain. Kampung Keling kini bahkan lebih banyak dihuni oleh warga keturunan Tionghoa daripada India. (*)

Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...