Skip to main content

Komunitas Muda Natuna Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut Pulau Senoa

Komunitas Muda Natuna (Komuna) mengibarkan bendera Merah Putih di bawah Laut Pulau Senoa. Mereka menunjukkan upaya melanjutkan cita-cita pejuang dalam mewujudkan Indonesia sebagai bangsa maritim.

Anggota Penggerak Komunitas Perbatasan yang merupakan bagian Komuna, Mutaqien, mengatakan landasan dari kegiatan pengibaran bendera di bawah laut tersebut.

“Pengibaran bendera kami lakukan di bawah laut agar mempertegas bahwa Indonesia merupakan negara maritim,” kata Mutaqien dalam pernyataan tertulis Komuna yang diterima Traveltoday, Kamis (17/8) malam.

Ia pun mengapresisasi keputusan pemerintah yang mengubah nama Laut China Selatan menjadi Laut Natuna.

“Keputusan Indonesia untuk ubah peta laut dan menyebut Laut China Selatan dengan Laut Natuna adalah upaya Pemerintah Pusat sangat tepat merespon kondisi Natuna saat ini menjadi poros maritim Dunia,” ujar Mutaqien.

Kampanyekan sumber daya laut


Menurutnya, potensi sumber daya alam terbesar Indonesia berasal dari laut, khususnya di kawasan Natuna. Namun, lanjutnya, sumber daya laut belum dikelola dengan baik. Sehingga kegiatan upacara di dasar laut tersebut sekaligus mengampanyekan potensi pariwisata dan keanekaragaman sumber daya bahari.

“Kami ingin mengampanyekan kepada masyarakat, sebagai bangsa berkarakter memiliki sumber daya alam yang besar, khususnya dari pulau paling utara Indonesia di Kabupaten Natuna,” ujarnya.

Mutaqien menyatakan bahwa rakyat semakin optimistis atas kinerja Presiden RI Joko Widodo yang memasuki tahun ketiga. Bahkan, warga Natuna sangat yakin dengan bukti nyata niat dan niat tulus Presiden yang telah tiga kali datang ke Pulau Natuna.

“Tentu menjadi harapan besar bagi rakyat Natuna atas tujuan mulia Sang Presiden untuk sejahterakan rakyatnya dari tanah Papua hingga ujung utara Pulau Natuna,” ucapnya.
Sampah plastik mengkhawatirkan

Selain itu mereka membersihkan sampah di bibir pantai, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kamis (17/8). Setelah upacara pengibaran bendera, mereka membersihkan sampah dari bawah Laut Natuna sampai ke pesisir pantai.

Mutaqien yang merupakan Alumni Universitas Gajah Mada itu menegaskan bahwa sampah, khususnya sampah plastik telah menjadi salah satu masalah utama laut dan pesisir.

Sampah-sampah plastik tersebut biasanya berasal dari pesisir pantai tempat objek wisata yang dibuang dan terbawa gelombang. (*)

Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...