Skip to main content

Ketika Keberagaman Budaya Hadir di Istana Merdeka, 7 Foto Ini Wajib Dilihat

Presiden Joko Widodo membuat kejutan dalam pelaksanaan upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka Jakarta, 17 Agustus 2017. Kepala Negara meminta seluruh undangan untuk berpakaian adat.

Traveltoday mendapakan sejumlah foto dari Biro Pers Sekretariat Presiden tentang pelaksanaan upacara tersebut. Sebagai upaya kami merayakan keberagaman budaya Indonesia, maka kami pilihkan 7 foto bagi Anda.

1. Saat Presiden dan Wapres menuju lokasi upacara


[caption id="attachment_1951" align="aligncenter" width="640"] Presiden Joko Widodo mengendarai golf car menuju lokasi upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi. Ia didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla. Di kursi belakang nampak Ibu Iriana Joko Widodo dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla. (foto: Biro Pers Setpres)[/caption]

2. Mereka yang berpakaian adat terbaik di pagi hari


[caption id="attachment_1952" align="aligncenter" width="640"] Presiden Joko Widodo mengumumkan lima undangan yang memakai pakaian adat terbaik usai upacara pengibaran bendera di Istana Merdeka, 17 Agustus 2017. Sungguh beragam itu indah. (foto: Biro Pers Setpres)[/caption]

3. Presiden Jokowi & Wapres Jusuf Kalla kompak bersama para mantan Presiden dan Wakil Presiden


[caption id="attachment_1953" align="aligncenter" width="640"] Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama para mantan Presiden dan Wakil Presiden beserta Ibu Negara. Indonesia beragam, Indonesia kuat. (foto: Biro Pers Setpres)[/caption]

4. Perayaan kemerdekaan milik seluruh bangsa Indonesia


[caption id="attachment_1954" align="aligncenter" width="640"] Franz Mansim, Kepala Adat Suku Arfak, Papua Barat ikut merayakan kemerdekaan dalam keberagaman. Ia terpilih menjadi salah satu undangan berpakaian adat terbaik usai upacara penurunan bendera di istana Merdeka, 17 Agustus 2017. (foto: Biro Pers Setpres)[/caption]

5. Keberagaman terjaga saat upacara penurunan bendera


[caption id="attachment_1956" align="aligncenter" width="640"] Ratna Dewi Juwita Budiono yang tampil mengenakan pakaian adat Dayak menjadi salah satu yang terbaik berpakaian adat saat upacara penurunan bendera di Istana Negara, 17 Agustus 2017. (foto: Biro Pers Setpres)[/caption]

6. Presiden dan Wakil Presiden saat upacara penurunan bendera


[caption id="attachment_1957" align="aligncenter" width="640"] Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjaga keberagaman Indonesia. Ini penampilan mereka dan para istri saat upacara penurunan bendera, 17 Agustus 2017 di Istana Merdeka. (foto: Biro Pers Setpres)[/caption]

7. Bendera Pusaka dihormati, dibawa Kereta Kencana kembali ke Monumen Nasional


[caption id="attachment_1958" align="aligncenter" width="640"] Bendera Pusaka yang dijahit oleh Ibu Fatmawati hendak disimpan kembali di Monumen Nasional. Kereta kencana milik Pemkab Purwakarta telah menanti untuk mengantarnya. (foto: Biro Pers Setpres)[/caption]

Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...