Skip to main content

Kawasan Pariwisata Mandalika Akan Jadi Sirkuit Balap MotoGP

Manajemen Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) berencana membangun sirkuit balap MotoGP di kawasan pariwisata Mandalika, Lombok, NTB, sebagai tindak lanjut pertemuan dengan desainer-developer-operator MotoGP.

"Kerja sama saling menguntungkan tersebut bertujuan meningkatkan nilai jual dan nilai tambah pariwisata di NTB sehingga wisatawan semakin banyak pilihan khususnya di kawasan Mandalika," kata Direktur Utama ITDC, Abdulbar M Mansoer, dalam olahraga.kompas.com.

Para penggemar MotoGP tentunya bergembira setelah ketidakpastian terkait dimanakah lokasi akan dibangunya Sirkuit MotoGP di Indonesia yang belum jelas. Hal tersebut menjadi jelas dengan ditandatanganinya kepastian Lombok sebagai lokasi pembangunan sirkuit MotoGP oleh Presiden Jokowi pada tanggal 2 April 2017 lalu.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk investasi di KEK Kawasan Ekonomi Khusus) Mandalika ini disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

"ITDC adalah BUMN yang bergerak di bidang pariwisata, jadi pengembangan pariwisata kelas dunia, yaitu di Mandalika, salah satu dari 4 KEK pariwisata, jadi ada 1.500 kamar hotel akan delivery 2019," kata Abdulbar di Graha Sawala Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Maka, akan ada 7 hotel dibangun semua di tahun ini, deliver 2019-2020. ITDC sangat mendukung program pemerintah yang mengutamakan pariwisata unggulan. Memang, Mandalika, Lombok, NTB masuk di dalam promosi wisata ’10 Bali Baru’ yang dicanangkan pemerintah. Nanti,  2019 akan ada 7 hotel dengan 2.000 kamar lebih. Rencana 10 ribu bisa 5 tahun ke depan, tapi jangka pendek 2 tahun 1.500 kamar. Mudah-mudahan MotoGP bisa jadi destinasi seperti penjelasan Abdulbar dalam sport.detik.com

ITDC juga telah menandatangani MOU dengan Vinci Construction, BUMN konstruksi dari Perancis, untuk pembangunan Mandalika Street Race Circuit Cluster seluas 120 hektar, yang berisikan sirkuit balap kelas dunia, convention center, dan tujuh hotel.

ITDC tetap berkomitmen untuk dapat segera menindaklanjuti proses pemberian biaya kerahiman kepada pihak penggarap yang telah melalui proses verifikasi, meski secara hukum status lahan KEK Pariwisata Mandalika telah "Clean and Clear". Seperti diketahui, terkait pemberian biaya kerahiman ini, pemerintah telah membentuk tim verifikasi yang terdiri dari tim lapangan yang dikoordinasi Bupati Lombok Tengah dan Tim Percepatan Penyelesaian Lahan Mandalika (tingkat Pemprov NTB) yang diketuai oleh Kapolda NTB.

"Dengan adanya kejelasan status hukum lahan, daya tarik investasi KEK Pariwisata Mandalika akan semakin meningkat. ITDC dapat lebih fokus pada upaya-upaya percepatan pembangunan KEK Pariwisata Mandalika dengan menggandeng mitra strategis yang kompeten, baik melalui sinergi BUMN maupun swasta," ujar Abdulbar M Mansoer.

Salah satu bentuk sinergi tersebut antara lain adalah kerja sama dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terkait pengerjaan konstruksi jalan dan penataan Pantai Kuta, Mandalika, Lombok. Selain itu, ITDC juga telah menandatangani perjanjian dengan PT Elmar Perkasa terkait investasi pembangunan hotel bintang empat di KEK Pariwisata Mandalika.

Perjanjian kerja sama tersebut merupakan bukti keseriusan dan komitmen ITDC dalam mendorong percepatan pembangunan KEK Pariwisata Mandalika. Harapannya, kawasan Mandalika dapat segera beroperasi sehingga target pembentukan 10 destinasi unggulan baru serta kunjungan 20 juta wisatawan asing ke Indonesia pada 2019 sesuai arahan Presiden dan Kementerian BUMN dapat terwujud.

Comments

Popular posts from this blog

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

Surabaya Ingin Pasar Tradisional untuk Wisata

Banyak yang belum menyadari bahwa pasar tradisional bisa menjadi potensi wisata. Kendati demikian, masih ada yang peduli pada hal tersebut. Salah satunya adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Tri Rismaharini memang dikenal sebagai sosok yang memiliki gagasan-gagasan maju yang kerap dianggap kontroversi. Tetapi demi kemajuan warganya, ia teguh pada prinsip yang dimilikinya. Risma, begitu ia biasa dipanggil, memiliki cita-cita menjadikan pasar tradisonal menjadi lebih baik. Jauh dari predikat sumpek, becek, dan kumuh. Sehingga akan menjadi pilihan warga untuk belanja daripada di pasar modern. "Saya berharap secepatnya pembangunan ini, karena kalau saya turun (dari Wali Kota Surabaya) yang kedua ini, saya ingin pasar Surabaya bagus semuanya," kata Risma, Sabtu (25/2/2017) seperti dilansir dari detikcom . Risma juga mengambilalih kebijakan PD Pasar Surya sebagai BUMD dengan memperbaiki pasar tradisional. Ia memerintahkan pada lurah untuk mendokumentasikan kondisi pasar tradi...