Skip to main content

Kampung Pelangi Semarang Akan Dipercantik, Nih...

Pemerintah Kota Semarang menyiapkan anggaran sekitar Rp16 miliar untuk semakin mempercantik kawasan Kampung Pelangi Semarang yang menyatu dengan Pasar Kembang Kalisari.

"Tahun ini, kami anggarkan Rp16 miliar untuk menata drainase, sungai dibikin rapi, jalur pedestrian, 'foodcourt' hingga lahan parkir," kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Semarang, Kamis, 18 Mei 2017 lalu.

Nantinya, Kampung Pelangi yang dulu dikenal dengan perkampungan Gunung Brintik itu akan terlihat menyatu dengan Pasar Kembang Kalisari dengan pembangunan berbagai fasilitas pendukung.

Setelah mulai dicat April 2017, pemandangan perkampungan Gunung Brintik sekarang terlihat berbeda dengan berwarna-warninya rumah-rumah penduduk yang berada di lahan yang berkontur perbukitan tersebut.

Ternyata, kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, upaya Pemkot Semarang untuk mempercantik kawasan itu mendapatkan perhatian dari masyarakat luar negeri yang mengekspose di laman informasinya.

"Setahu saya, ada dailymail.com, lonelyplanet.com dan lainnya. Dari Jerman, Ruptly TV juga melakukan liputan langsung ke Kampung Pelangi, tadi pagi," kata orang nomor satu di Kota Semarang itu.

Oleh karena itu, ia semakin optimistis Kampung Pelangi akan menjadi ikon baru Kota Semarang yang bisa mendongkrak kunjungan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri untuk berwisata ke Kota Atlas.

Setelah tahap pertama pengecatan, dilanjutkan pengecatan tahap kedua, sebab saat ini baru sebagian rumah yang dicat dari total keseluruhan sebanyak 325 rumah di perkampungan Gunung Brintik.

Industri kreatif


Dengan semakin dikenalnya Kampung Pelangi dan banyak wisatawan berkunjung, ia berharap ikut mendongkrak perekonomian warga sekitar yang bisa mengembangkan industri kreatif, seperti suvenir.

"Tentunya, kami berharap akan ada kegiatan untuk perbaikan perekonomian warga sekitar, seperti pembuatan suvenir, gantungan kunci, kaos, stiker dan sebagainya. Ini bisa menumbuhkan perekonomian," katanya.

Untuk semakin membuat wisatawan nyaman, Hendi mengakui perlu pembenahan sejumlah fasilitas pendukung, seperti toilet umum yang bersih, serta penjualan makanan dan minuman untuk wisatawan yang datang.

"Makanya, saya dorong agar bisa dibentuk kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang mengelola fasilitas-fasilitas, seperti toliet, penjualan makanan dan minuman dan sebagainya," pungkasnya.

Sumber: Antara

Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...