Skip to main content

Jazz Gunung Bromo 2017, Destinasi Wisata Penikmat Jazz

Djaduk Ferianto, penggagas Jazz Gunung Bromo bersama Butet Kertadjasa dan Sigit Pramono sejak 2009, patut bersyukur dengan kelanggengan acara ini hingga sekarang. Acara yang semula hanya dihadiri oleh 300 orang saja, kini membludak hingga 2000 pengunjung.

Tahun ini, Jazz Gunung Bromo diadakan selama tiga hari, yaitu sejak tanggal 18, 19, dan 20 Agustus ini. Sigit Pramono, salah satu founder Jazz Gunung Bromo menjanjikan bahwa di tahun depan, acara ini akan ditambah hari pelaksanaan dan juga akan mendatangkan musisi-musisi berkualitas.

Tahun ini, Dewa Budjana Zantuary dan Maliq & D’Essentials menjadi dua band yang paling ditunggu ribuan penonton di hari pertama. Seperti dilansir hot.detik.com, keduanya menjadi band penutup di hari pertama perhelatan Jazz Gunung Bromo 2017 di Amfiteater Terbuka di Jiwa Jawa Resort Bromo Probolinggo, Jawa Timur.

Di hari ke dua, Monita Tahalea menyemarakkan Jazz Gunung Bromo dengan mengajak penonton nyanyi bersama dan bertepuk tangan di tengah udara yang dingin itu. Bayangkan, Jazz Gunung Bromo 2017 yang bertajuk ‘Merdekanya Jazz Meneguhkan Indonesia’ itu digelar di ketinggian 2000 mdpl. Nampaknya para penggagas paham betul ranah Nusantara memiliki keunggulan alam dan seni budaya pertunjukan yang spektakuler.

Menurut Panitia Jazz Gunung Bromo 2017 dalam entertainment.radarmalang.com, pemilihan lokasi festival berbentuk Amfiteater Terbuka di Jawa Resort Bromo, Desa Sukapura, Kabupaten Probolinggo, dengan latar belakang keindahan pegunungan Tengger, memang dimaksudkan untuk mendekatkan penikmat jazz dengan alam yang selalu mengajari kearifan untuk mencintai lingkungan dimana kita hidup.

Jazz Gunung Bromo 2017 ini, selain beberapa artis tersebut di atas, juga menghadirkan Dira Sugandi, Glenn Fredly, Idang Rasjidi, Soimah, Indra Lesmana, dan masih banyak lagi. Tak hanya nama musisi dan band yang dikenal luas, tapi juga menyajikan musik dari musisi yang lahir dari komunitas musik. Surabaya sendiri diwakili oleh Surabaya All Stars. Sedang musisi internasional yang hadir yaitu pemain alat tiup kawakan dari Amerika Serikat, Paul McCandless with Charged Particles, juga Chico Pinheiro dari Brasil.

Sumber: radarmalang.com

Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...