Skip to main content

Ingin Saksikan Pertunjukan Perang Antarsuku? Datanglah ke Festival Lembah Baliem

Jika ingin melihat dan mengenal langsung suku asli Papua datanglah ke Festival Lembah Baliem. Di sana akan ada ratusan suku yang datang dan membawa beragam keunikan budayanya.

Di festival tahunan ini, mereka akan mempertunjukkan bagaimana tradisi perang yang diturunkan nenek moyang. Pertunjukan peperangan antarsuku ini biasanya akan dibalut dengan tari-tarian dan dipadu dengan keindahan Lembah Baliem yang menambah keeksotisan dari festival ini.

Lembah Baliem sendiri adalah sebuah lembah yang berada di Pegunungan Jayawijaya, Papua. Festival Lembah Baliem tahun ini akan diadakan pada 8-11 Agustus mendatang.

“Silakan ke Papua, hanya di Festival Lembah Baliem anda bisa menikmati sensasi keindahan alam dan budaya Papua yang unik,” ujar Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya seperti yang diinformasikan Kementerian Pariwisata melalui facebook, Sabtu (5/8).

Tradisi adat yang sudah ada sejak 1989 ini telah dikenal hingga mancanegara, biasanya para travel fotografer tidak akan melewatkan festival ini. Indahnya pemandangan Lembah Baliem serta atraksi peperangan yang dilakukan oleh suku-suku asli Papua menjadi daya tarik yang membuat mereka selalu menantikan acara ini setiap tahunnya.

“Selain aksi peperangan dan pertunjukan tradisional lainnya, wisatawan pun bisa berinteraksi langsung dengan para penduduk asli Papua. Dan tenang saja, walau disebut perang, acara ini aman kok disaksikan oleh wisatawan,” jelas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti.
Mulai aksi perang hingga karapan babi

[caption id="attachment_1543" align="aligncenter" width="800"] foto: indonesiatravelmagazine.com[/caption]

Esthy menjelaskan suku-suku asli Papua yang tersebar di beberapa lokasi akan berkumpul di lembah ini. Mulai dari Suku Dani, Suku Yali, hingga Suku Lani hadir di sana untuk memeriahkan acara tersebut. Festival Lembah Baliem merupakan acara perang antarsuku Papua yang dilakukan sebagai lambang kesuburan dan kesejahteraan. Para prajurit kebanggaan suku-suku tersebut akan adu kekuatan mereka.

Selain tari tradisional akan ada pertunjukan musik tradisional menggunakan Pikon. Selain itu ada pula karapan babi, aksi teatrikal, lomba panahan, dan lempar tombak. Kemudian ada permainan Sikoko dan Puradaan, peragaan memasak dengan cara tradisional, dan pameran kerajinan tangan asli masyarakat suku adat Papua. Jadi jangan lewatkan festival Lembah Baliem yang eksotis ini. (RA/yi)

Sumber: Infonawacita.com

Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...