Skip to main content

Gubernur Jambi Bagikan Lacak, Promosikan Budaya kepada Wisatawan

Perhatian besar Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla kepada pariwisata di Tanah Air membuat para pejabat daerah berpikir keras untuk menyikapinya. Salah satu hal kreatif dilakukan oleh Gubernur Jambi Zumi Zola.

Dalam pemberitaan Antara, Gubernur Jambi membagi-bagikan "Lacak" yaitu ikat kepala khas laki-laki Jambi kepada porter dan supir taksi di Bandara Jambi sebagai upaya promosikan budaya daerah setempat.

"Kenapa di sini (bandara) dan kepada para petugas dan sopir taksi kita berikan Lacak Jambi? Karena dari sinilah datangnya tamu-tamu kita," katanya di Jambi, Minggu, 20 Agustus 2017.

Menurut Gubernur Zola, bandara sangat strategis untuk mempromosikan Lacak Jambi. Karena sangat banyak tamu yang datang ke Jambi melewati bandara, sehingga tamu dapat mengenal budaya khas yang dimiliki Jambi.

Dikatakan, hal yang dilakukannya itu adalah untuk terus mempromosikan Lacak Jambi dan menggalakkan penggunaan lacak di tengah masyarakat. Ia berharap akan ada imbas yang signifikan terhadap peningkatan perekonomian pengrajin Lacak.

Dia juga berharap Lacak yang telah diterima positif oleh masyarakat Provinsi Jambi mendapatkan respon positif dari masyarakat nasional bahkan internasional.

Pemerintah Provinsi Jambi kata Zola akan terus berupaya mempromosikan hasil kerajinan masyarakat Jambi salah satunya Lacak Jambi agar perekonomian pengrajin bisa terangkat.

"Menggalakkan penggunaan Lacak Jambi juga untuk mengupayakan para pengrajin Jambi bisa terangkat secara ekonomi," katanya manambahkan.

Seperti diketahui, Gubernur muda ini memang kerap mengenakan Lacak dalam banyak kesempatan, baik acara formal maupun informal.

Sumber: Antara

Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...