Skip to main content

Gelaran Perdana, Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Indonesia di Banyuwangi

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK) ingin mengenalkan wisata dengan minat khusus ke level yang lebih tinggi. Upaya itu dilakukan melalui Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Indonesia. Banyuwangi dipilih sebagai tempat pelaksaan festival perdana ini.

Pemilihan KemenLHK tersebut karena Banyuwangi jadi salah satu target destinasi minat khusus dan destinasi MICE (Meetings, Inventions, Conferences, dan Exhibitions) baru. Informasi tersebut disampaikan dalam akun facebook resmi KemenLHK, Selasa (8/8).

KemenLHK ingin menyuguhkan potret Indonesia yang kaya akan potensi alam yang luar biasa. Potensi tersebut seperti garis pantai yang panjang, gunung yang banyak, bahkan budaya dan kekayaan kuliner yang berpotensi serta dikembangkan menjadi wisata minat khusus.

Salah satu target wisata minat khusus, adalah wisata bahari. Dimana Kementerian Pariwisata (Kemenpar) juga fokus mengembangkan potensi laut di kawasan Sulawesi Utara, NTB, NTT, Jawa Timur dan Papua Barat.

Festival ini dilaksanakan dengan tujuan mendukung rencana strategis pemerintah untuk mendatangkan 275 juta wisatawan nusantara dan 20 juta wisatawan mancanegara selama 2015-2019.

Kesempatan bagi pelaku usaha lokal


Festival juga memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha perjalanan wisata minat khusus. Mereka adalah para pengembang pariwisata bidang perhotelan dan stakeholder lainnya untuk bertemu dengan pengelola Taman Nasional dan Taman Wisata alam. Kehadiran mereka diharapkan mengembangkan investasi di wilayah sekitar taman nasional, sambil aktif melakukan gerakan konservasi.

Pertemuan investor dan pengelola Taman Nasional (seller meet buyer), ini akan dilaksanakan di Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Indonesia 2017, yang berlokasi di Taman Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur.

KemenLHK mengundang para pelaku usaha bidang wisata untuk ikut dalam diskusi ini, dan menemukan peluang usaha baru, dan mendukung peningkatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan. (RA/yi)

Sumber: Infonawacita.com

Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...