Skip to main content

Dari “Rainbow Grandpa” ke “Kampung Pelangi” Semarang

Konsep wisata kampung pelangi dekade ini menjadi trend di berbagai kota besar di Indonesia. Padahal, sebenarnya konsep itu, bukanlah sesuatu yang baru. Dalam perkembangan sejarahnya, wisata kampung pelangi seperti yang dapat Anda lihat di Semarang, pernah dikembangkan dengan begitu menarik di kawasan yang dikenal dengan “Rainbow Grandpa” di Taiwan.

[caption id="attachment_2036" align="aligncenter" width="4608"] Salah satu sudut Kampung Pelangi, Semarang. Perkampungan kumuh yang kini menarik banyak wisatawan setelah perubahannya. (foto: Purwono Nugroho Adhi)[/caption]

Menurut laman ndtv.com, “Rainbow Grandpa” berjarak setengah jam dari Kota Taichung, Taiwan. Dalam ulasan The 'Rainbow Grandpa' Saving a Taiwan Village With Art, diceritakan bahwa  ada kawasan perkampungan yang awalnya terbilang kumuh dan akan diratakan dengan tanah. Namun, karena kegigihan seorang seniman sekaligus veteran perang bernama Huang Yung-fu, akhirnya perkampungan itu menjadi indah dan dikunjungi oleh banyak wisatawan.

Huang Yung-fu  dengan begitu ulet dan bekerja sedemikian keras, berusaha melukis tembok-tembok perkampungan kumuh itu dengan berbagai imaji seni yang menawan. Ia, bahkan mengalami luka pada kaki, karena terlalu lama melipatnya demi melukis setiap tembok perkampungan. Ia menggunakan imajinasinya untuk mewarnai tembok-tembok kumuh dengan hiasan hewan, alam, motif dan berbagai macam dalam gayanya sendiri. Hal itu, tidak akan pernah ia bayangkan akan memberinya banyak perhatian dari orang-orang sekitar Taiwan, bahkan akhirnya menarik perhatian wisatawan dari negara lain. Orang-orang yang datang, bahkan merasa seperti di wonderland.

[caption id="attachment_2038" align="aligncenter" width="4608"] Seperti konsep 'Rainbow Grandpa' ini, Kampung Pelangi juga berangkat dari kawasan kumuh yang diberi sentuhan-sentuhan seni keindahan. (foto: Purwono Nugroho Adhi)[/caption]

Semacam “Rainbow Grandpa” tentu bisa Anda temukan juga di kota Semarang sekarang yang dikenal dengan sebutan kampung pelangi. Awalnya perkampungan Gunung Brintik Randusari Semarang terkesan begitu kumuh, namun berkat upaya dari pemerintah kota dan warga, jadilah kampung tersebut sebagai kampung yang indah dan mempunyai nilai jual wisata.

Dalam laman bbc.com, dikatakan bahwa proyek kampung pelangi bermula dari rencana perbaikan Pasar Bunga Kalisari yang diinisiasi pemerintah kota. Perbaikan pasar bunga itu dinilai oleh pemerintah kota tidak akan indah, jika kampung yang berada di belakangnya masih kotor dan kumuh. Maka, berjalanlah proyek yang ditaksir menelan biaya sekitar 3 milyar untuk menghias kampung itu dan menyulapnya menjadi kampung pelangi. Harapannya, kampung pelangi dapat menjadi model untuk mengentaskan kemiskinan dan menata pembangunan masyarakat miskin kota.

 

Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...