Skip to main content

Berkunjung ke 'Negeri Atap Angin' Toraja

Memang benar, ketika Anda mengunjungi Tana Toraja, Anda akan disuguhi fenomena budaya yang unik dan eksotis menyangkut kematian dan pemakaman. Maka, benar apa yang sering dikatakan banyak orang, mengunjungi Tana Toraja seperti memasuki negeri “atap angin” (highlanders).

Dalam laman ancient-origins.net, pada zaman sebelum Belanda mendatangi Tana Toraja, ada banyak permukiman otonom yang mempraktikkan animisme. Sebagian besar dari mereka memandang kebersatuan antara dunia, termasuk hewan, tumbuhan, dan bahkan bahkan benda mati yang memiliki kebersatuan dalam kosmos spiritual.

Awalnya, Tana Toraja menjadi negeri “atap angin” yang tak tersentuh. Namun, semenjak misionaris Belanda tiba, akhirnya mulai masuklah agama lain yang bertemu dan berpadu dengan adat Toraja.

Tetapi, Anda sekarang ini masih menyaksikan keindahan dan eksotisme negeri Toraja dengan pemakaman purbanya yang begitu unik. Sebuah tradisi pemakaman kuno yang telah dipraktekkan selama berabad-abad dan dikenal sebagai tradisi pemakaman yang paling kompleks di dunia. Mereka menamai dengan istilah adat “Rambu Solo” dengan sisa-sisa nuansa kepercayaan Aluk Todolo atau "Jalan Leluhur."

Bagi orang Toraja, kehidupan berdekatan dengan kematian. Bagi mereka, pemakaman adalah perayaan besar kehidupan, sama seperti pesta dimana hal itu merupakan kesempatan seluruh keluarga almarhum dan semua anggota desa ambil bagian.

Oleh karena itu, jika Anda mengunjungi Tana Toraja, buatlah daftar mana saja yang siap Anda datangi. Mulailah dari yang paling dikenal, yaitu wisata desa Kete Kesu. Sebuah desa yang dirajut begitu apik dengan kompleks rumah adat Tongkonan. Pada bagian atas tebing, terdapat kuburan batu yang berusia ratusan tahun.

[caption id="attachment_1746" align="aligncenter" width="640"] Kete Kesu (foto: Purwono Nugroho Adhi)[/caption]

Lalu, ada wisata Londa yang dikelilingi perbukitan curam yang begitu mistik nan eksotis. Nuansa Londa memang agak berbeda dengan Kete Kesu. Londa lebih memberikan nuansa mistik. Bahkan, di Londa yang terletak kurang lebih sekitar 7 km di selatan Kota Rantepao ini, dikenal ada kisah tragis sepasang muda-mudi yang meninggal bunuh diri karena tidak direstui keluarga. Mereka dimakamkan bersama ratusan pemakaman yang lain. Hanya, karena sepasang muda-mudi ini mempunyai status sosial yang rendah dan mati bunuh diri, tidak dimakamkan di atas bukit, namun di dalam gua yang curam.

[caption id="attachment_1745" align="aligncenter" width="640"] Londa (foto: Purwono Nugroho Adhi)[/caption]

Daftar berikutnya yang tak kalah asyik, adalah wisata Bori Parinding. Dimana di tempat ini, terdapat puluhan makam batu yang ditata dengan batu-batu menhir berukuran raksasa. Batu-batu menhir tersebut nantinya berfungsi sebagai tiang untuk mengikat kerbau yang akan disembelih saat upacara Rambu Solo.

[caption id="attachment_1744" align="aligncenter" width="640"] Bori Parinding (foto: Purwono Nugroho Adhi)[/caption]

Jangan lupa juga, mampirlah ke Lokomata, sebuah pemakaman dengan batu besar di pinggir jalan. Di Lokomata, ada sebuah batu berukuran raksasa yang dilubangi untuk menempatkan jenazah orang yang meninggal.

[caption id="attachment_1743" align="aligncenter" width="640"] Lokomata (foto: Purwono Nugroho Adhi)[/caption]

Silakan Anda pilih, tentu masih banyak wisata eksotis nan mistik di Tana Toraja ini. Siapkan cara pandang Anda, untuk melihat keunikan itu. Keunikan dari sisa-sisa peradaban purba yang begitu asyik untuk dinikmati. Apalagi, Tana Toraja sudah menjadi keindahan dunia, bahkan terekam dalam sorot kamera National Geographic untuk dihadirkan di tingkat dunia.

Comments

  1. I see your page needs some fresh content. Writing manually takes a lot of time, but there
    is tool for this boring task, search for: Wrastain's tools for content

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...