Skip to main content

Agar Terhindar dari Julukan ‘Traveler Norak’, Baca Dulu Tips Ini

Sebagai traveler, Anda tentu terbiasa dengan lingkungan baru di tempat destinasi wisata anda. Menjaga sikap sopan santun terhadap budaya setempat, tentunya merupakan kewajiban.

Namun tak semua traveler peka akan hal ini. Banyak yang belum tertempa dalam memahami hal yang tidak seharusnya dilakukan, akhirnya berbuat norak, dan merusak reputasi travelers asal negara yang bersangkutan.

Nah, agar Anda tidak dicap sebagai 'traveler norak', hindari beberapa hal ini:

1. Buang sampah sembarangan

Paling pertama dan utama, jangan pernah membuang sampah sembarangan. Kalau perlu, selalu siapkan kantong plastik di dalam tas, berjaga-jaga apabila tak ditemukan tempat sampah di sekitar Anda.

Seberapa cantik ataupun tampan wajah, seberapapun tingkat status sosial dan ekonomi, nilai kita akan jatuh karena orang akan melihat betapa noraknya traveler yang tak mampu menjaga keindahan alam.

2. Vandalisme

Vandalisme menurut KBBI adalah perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lainnya (keindahan alam dan sebagainya).

[caption id="attachment_1817" align="aligncenter" width="640"] Salah satu perilaku traveler norak. Menduduki situs bersejarah, (foto: tribunwisata.com)[/caption]

Demi menunjukkan kebanggaan, puncak gunung yang didatangi dicorat-coret nama atau kelompok. Bunga edelweis dipetik secara serampangan, patung disiram cat, terumbu karang diinjak-injak, situs bersejarah dipanjati, duduk di bangunan bersejarah seperti candi.

Tanamkan empati dalam diri Anda. Hormati peraturan yang telah disampaikan pengelola, agar tak ada foto berwajah Anda dengan tajuk traveler norak.

3. Mentertawai dagangan penduduk lokal

Jangan sampai hanya sekadar melihat-lihat barang seni khas daerah, yang dirasa lucu, unik, dan mungkin sedikit vulgar, tertawa berisik secara berlebihan, berfoto-foto dengan barang yang menjadi perhatian, lalu pergi tanpa membeli apa-apa. Norak bukan?

4. Malas antre

Tak semuanya memiliki kesadaran untuk antre. Perlu bebenah diri apabila seseorang punya kecenderungan menjadi pribadi yang cuek, egois, hingga tak mau antre. Atau Anda akan dianggap sebagai traveler norak.

5. Terlalu sibuk berfoto selfie

Baru sampai, foto. Lima langkah ke depan, foto. Anda menjadi kurang sensitif terhadap orang sekitar yang merasa terganggu. Baiknya lebih santai di tempat wisata, nikmati perjalanan, agar terhindar dari kemungkinan lengah. Mengingat Anda sedang berada di tempat asing.

[caption id="attachment_1818" align="aligncenter" width="442"] Sudut yang memberi larangan berfoto dengan tongsis. (foto: anibee.tv)[/caption]

Oh, ya. Tak semua pengelola tempat wisata memperbolehkan kita memotret. Perhatikan aturan ini.

6. Mengunggah foto boarding pass

Winston Krone, seorang ahli forensik, mengatakan bahwa orang-orang yang berniat jahat dapat dengan mudah mengakses informasi pribadi melalui barcode pada boarding pass.

[caption id="attachment_1819" align="aligncenter" width="640"] Tak perlu unggah foto boarding pass. Berbahaya. (foto: phinemo.com)[/caption]

Seturut info phinemo.com, dengan hanya menggunakan aplikasi scanner pada perangkat mobile, mereka dapat mengambil alamat email pribadimu, alamat rumah dan nomor telepon. Kadang kita tak sadar bahwa sikap berlebihan dapat mendatangkan bahaya.

7. Melanggar area terlarang

Saking inginnya menunjukkan keberanian, maka larangan justru dianggap sebagai tantangan. Sebaiknya pikir ulang dorongan ini. Dalam detiktravel, kebijakan dan larangan yang dibuat pihak wisata semata-mata untuk kenyamanan dan keamanan traveler. Jadi jangan bersikap angkuh dengar melanggar ke wilayah larangan, meski Anda sudah bayar tiket Anda tetap harus ikut aturan tempat wisata. Rasa ingin tahu juga patut dikendalikan.

[caption id="attachment_1820" align="alignnone" width="628"] Mengambil gambar justru di depan tulisan larangan. Norak bukan? (foto: liputan6)[/caption]

Terkadang itu merupakan tindakan konyol dan berbahaya. Apalagi tindakan bodoh itu direkam dan dipamer di media sosial. Banyak kasus yang terjadi akibat traveler tidak mengindahkan larangan di tempat wisata. Jatuh ke kawah, perusakan bunga, diterkam binatang buas.

Selain terluka, objek wisata rusak, Anda juga akan merepotkan banyak pihak. Anda pun bisa dituntut dan dipermalukan di media apabila perilaku norak terekam oleh traveler lain.

Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...