Skip to main content

7 Tips Ini Harus Anda Tahu Sebelum Memutuskan ke Dieng

Dieng sudah menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jawa Tengah. Setiap akhir pekan atau liburan, tempat ini selalu dipenuhi wisatawan. Mereka datang bukan hanya dari kota-kota di Jawa Tengah saja, namun juga dari berbagai kota besar di Indonesia.

Wisatawan dari Semarang, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, dan Wonosobo akan berbaur dengan mereka yang berasal dari kota-kota seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, dan Makassar.

Dari beberapa kali kunjungan ke Dieng, tim Traveltoday merangkum beberapa tips yang harus dipersiapkan oleh wisatawan yang akan berkunjung ke sana.

1. Kondisi Badan 


Sebelum berangkat, jaga kondisi badan agar tetap fit dan sehat. Karena dataran tinggi Dieng mempunyai suhu yang rendah. Kisarannya antara 11-18 derajat celcius di siang hari. Namun jika malam datang, dinginnya bisa berada di kisaran suhu 4-8 derajat celcius. 4 sampai 8 derajat Celcius di malam hari. Nah, kondisi badan yang kurang sehat ketika datang akan membuat anda akan gampang terkena sakit.

2. Pakaian 


Karena suhu udara yang dingin, anda harus membawa baju kaos berlengan panjang atau sweater dan jaket tebal untuk menghangatkan tubuh. Tentu saja celana panjang yang tebal, syal untuk melindungi leher, tutup kepala, kaos tangan, kaos kaki, dan juga sepatu yang sesuai. Boleh saja membawa penutup hidung khusus jika Anda ingin mengunjungi kawah-kawah aktif yang ada di Dieng.

3. Transportasi


Sebelum datang ke Dieng, Anda harus memastikan transportasi yang hendak membawa ke sana. Jika ingin naik pesawat, airport terdekat ada di Semarang. Dari Semarang bisa naik mobil ke Wonosobo dan lanjutkan naik bus menuju Dieng.

Sedangkan stasiun kereta terdekat ada di Purwokerto. Dari purwokerto bisa naik bus atau menyewa mobil menuju Wonosobo dan lanjutkan perjalanan ke Dieng. Sebaiknya lakukan pemesanan beberapa hari sebelumnya. Kalau dadakan, akan lebih sulit untuk memperoleh  kendaraan, bahkan Anda harus merogoh kocek lebih dalam.

4. Penginapan 


Di Dieng belum ada hotel berbintang. Baru hotel sekelas melati dan paling banyak home stay. Harga mulai dari Rp100 ribu sampai dengan Rp500 ribu per malam. Dari harga tersebut ada yang sudah termasuk sarapan, tetapi ada juga yang belum.

Sangat disarankan untuk booking dulu beberapa hari sebelumnya. Karena jumlah kamar yang terbatas sedangkan pengunjung membludak di saat akhir pekan atau libur panjang. Kalau liburan bersama keluarga dan ingin lebih berhemat, Anda bisa juga menyewa rumah-rumah penduduk yang disewakan. Harga dari Rp500 ribu sampai dengan Rp1,5 juta untuk 2 kamar sampai dengan 4 kamar. Biasanya penghuni rumah akan mengungsi sementara ke tetangga atau rumah saudara.

Penduduk Dieng sudah sadar pariwisata, jadi kondisi rumah memang layak buat ditempati. Mereka juga sudah menyiapkan kamar mandi dengan air hangat. Serta dapur yang lengkap bisa dipakai buat masak-masak.

5. Konsumsi


Anda tidak perlu takut kelaparan karena di Dieng sudah banyak tersedia restoran dan semua makanan halal. Karena penduduk Dieng sebagian besar beragama Islam. Restoran mulai buka dari jam 7 pagi sampai jam 10 malam. Ada juga yang buka sampai jam 12 malam.

[caption id="attachment_1780" align="aligncenter" width="1000"] Mie ongklok, makanan penghangat tubuh saat berkunjung ke dataran tinggi Dieng. (foto: indotravelgo)[/caption]

Harga makanan per porsi masih terbilang murah. Mulai dari Rp10 ribu-an per porsi nasi soto dan nasi rames atau nasi goreng di harga Rp15 ribu saja.  Di sini banyak restoran yang menyajikan secara prasmanan.

Walaupun di Dieng tidak tumbuh padi, malah sejauh mata memandang terlihat pohon kentang. Namun nasi tidak dihitung, jadi anda boleh ambil sepuasnya. Sayur dan lauknya saja yang dihitung.

6. Uang tunai


Ini yang harus sangat diperhatikan. Anda harus menyiapkan uang tunai secukupnya. Karena di Dieng cuma ada satu ATM milik bank pemerintah yang kadang suka ngadat. Selain itu Anda bisa tarik tunai di Indomaret dengan belanja minimal tapi ya gitu deh, kadang tidak bisa juga.

Beberapa kali team Traveltoday terpaksa pinjam uang teman karena kurangnya informasi tentang ATM yang ada di dataran tinggi Dieng.

7. Waktu kunjung


Waktu kunjung terbaik kalau ingin leluasa adalah di hari kerja. Karena Anda tidak perlu antre untuk menikmati semua destinasi wisata yang ada di Dieng. Anda bisa berfoto sepuasnya mengabadikan tempat-tempat indah di sini tanpa perlu antre dan terganggu oleh pengunjung lainnya.

[caption id="attachment_1782" align="aligncenter" width="1000"] Spot yang pas untuk menyaksikan Telaga Warna dari ketinggian. (foto: indotravelgo)[/caption]

Jika anda datang di akhir pekan atau waktu libur, ya harus sabar dan berbesar hati. Antrelah dengan wisatawan lainnya.

Lama kunjungan terbaik adalah 3 hari 2 malam. Karena anda akan dapat mengunjungi semua destinasi wisata di Dieng tanpa perlu terburu-buru dan dikejar-kejar waktu.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...