Skip to main content

Yogyakarta Targetkan 21 Juta Wisatawan di 2017

Yogyakarta sudah tersohor sebagai salah satu destinasi wisata di Indonesia. Wisata budaya dan alamnya telah dekenaal. Tetapi nampaknya, Yogyakarta masih ingin mengundang wisatawan lebih banyak.

Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menargetkan pergerakan wisatawan ke destinasi-destinasi di wilayah DIY atau lima kabupaten/kota akan mencapai 21 juta selama 2017 ini.

“Target pergerakan wisatawan kita memang 21 juta orang untuk tahun ini,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta di Kabupaten Bantul, DIY, Kamis, 11 Mei 2017 seperti dikutip dari infonawacita.com.

Dijelaskan Aris, yang dimaksud pergerakan wisatawan adalah mereka yang berkunjung ke beberapa destinasi wisata misalnya Pantai Parangtritis Bantul, Candi Prambanan Sleman dan objek wisata lain.

Ditambahkannya, dari empat kabupaten dan satu kota di DIY yang paling dominan dikunjungi wisatawan adalah destinasi wisata yang ada di Kabupaten Gunung Kidul, karena punya objek wisata beragam.

“Selain aksesibilitas mudah, objek wisata juga beragam. Kecenderungan wisatawan domestik ke sana,” jelas Aris.

Aris menyebut, selain pantai di wilayah Gunung Kidul yang bersih dan berpasir putih, di kabupaten itu terdapat pemandangan bentang alam termasuk gua-gua dan sungai bawah tanah. Selain itu juga ada Gunung Sewu.

“Kalau itu nanti dunia sudah tahu di situ ada Geopark Gunung Sewu yang sudah diakui UNESCO pasti magnetnya jadi lebih kuat lagi,” imbuhnya.

Promosi dan kebersihan kawasan wisata


Sementara itu, menurut dia, untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi wisata perlu dilakukan upaya promosi terus menerus, namun yang tidak kalah penting adalah menjaga kebersihan kawasan wisata.

“Terkait kebersihan ini sesuatu yang sangat dan harus disadari terutama para pengelola destinasi, karena wisatawan ketika berkunjung yang pertama dilihat adalah kenyamanannya yang dikaitkan dengan kebersihan,” katanya.

Rasanya, Anda perlu mempersiapkan di ke Yogyakarta. Anak-anak sebentar lagi libur panjang antartahun ajaran. Atau, Anda ingin liburan di akhir tahun? Yogya...! (yi)

sumber: infonawacita.com

Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...