Skip to main content

Salju Abadi Mount Titlis yang Wajib Anda Kunjungi

Mount Titlis adalah salah satu destinasi yang wajib dikunjungi jika liburan ke Swiss. Gunung yang tingginya lebih dari 3000 meter ini puncaknya selalu diselimuti salju sepanjang tahun. Membuat traveller yang datang dari negara beriklim tropis, sangat menyukai tempat ini.

Untuk mencapai Mount Titlis tidaklah sulit. Jika kita menginap dj Zurich maka kita bisa naik bus menuju Luzern dengan jarak tempuh lebih kurang dua jam.  Kemudian berjalan kaki ke stasiun Central Luzern yang jaraknya lebih kurang 100 meter. Setelah itu bisa pesan tiket kereta api jurusan Engelberg pergi-pulang seharga 25 Euro. Sampai di Stasiun Engelberg jalan kaki sekitar 10 menit menuju stasiun kereta gantung yang menuju puncak Mount Titlis.

Kebanyakan wisatawan yang menuju Mount Titlis lebih memilih menginap di kota Luzern. Karena kota ini juga menyuguhkan pemandangan yang sangat indah (baca tulisan Romantisme Kota Luzern).

Atau jika ingin lebih dekat ambil hotel di Engelberg. Kota kecil yang dikelilingi gunung dan padang rumput yang menghijau ini banyak menyediakan hotel dan penginapan untuk wisatawan yang ingin berwisata ataupun melakukan olahraga di salju puncak gunung Titlis.

Sampai kereta gantung mengantrelah di lokat tiket yang selalu panjang mengular, apalagi saat liburan. Harga tiket dibanderol 92 euro untuk pergi-pulang. Kalau tidak mau antre, di stasiun kereta Luzern, bisa beli paket kereta Luzern - Engelberg - Luzern plus tiket kereta gantung atau Cable Car seharga 124 euro. Sampai Engelberg tukarkan bukti pembayaran dengan tiket cable car di loket yang tersedia.

Ada tiga stasiun pemberhentian untuk sampai ke puncak. Pemberhentian pertama untuk para pemain ski. Kita bisa menyewa alat dan perlengkapan ski dengan membayar 70 euro per hari. Jika tidak bermain ski, tidak usah turun dari cable car. Tetap duduk manis dan lanjutkan perjalanan ke stasiun kedua.

Di pemberhentian kedua ini, kita dapat keluar dan langsung bermain salju. Namun tempatnya tidak terlalu luas dan lebih banyak pemain ski profesional. Kalau hanya ingin bermain salju dan melihat pemandangan yang indah, lanjutkanlah perjalanan dengan berganti ke cable car yang lebih besar. Jika cable car pertama hanya muat 6 orang, maka yang kedua bisa menampung sampai 30 orang.

Di cable car pertama kita akan disuguhi pemandangan kota Engelberg, padang rumput, danau, dan pegunungan yang menghijau. Keindahan alam khas Swiss yang tidak akan ditemukan di negara lain.

Begitu naik cable car kedua, kita akan dibuat terpukau oleh indahnya pegunungan salju yang memutih dengan tebing-tebing yang curam. Liukan para pemain ski seakan menari diatasnya.
Setelah sampai puncak Mount Titlis

Sampai di puncak Mount Titlis, kita akan tiba di gedung lima lantai. Lantai pertama ada gua salju, lantai kedua restoran untuk umum dan tempat istirahat. Lantai ketiga tersedia restoran untuk grup, toko souvenir, dan toko es krim yang tidak pernah sepi. Heran juga, di udara -4 derajat Celcius pembeli es krim tetap antre.

Sedangkan di lantai keempat ada panoramic room dan lounge untuk istirahat. Jika tidak tahan dengan udara dingin, silakan duduk di sini. Menikmati pemandangan puncak Mount Titlis dari balik kaca sambil berfoto-foto.

Lantai lima paling ramai. Karena begitu keluar, kita langsung disuguhi pemandangan gunung es yang luar biasa. Kita dapat bermain salju sepuasnya di sini. Lokasi foto-foto juga sangat banyak. Bisa dari dalam ruangan yang berdinding kaca atau di kafe outdoor dengan kursi-kursi kayu yang tersedia.

Yang paling asyik justru foto di atas hamparan salju dan naik ke tebing-tebing salju lalu bermain bersama teman-teman di sana. Kapan lagi menikmati pemandangan yang indah di pegunungan salju abadi ini? Hanya patut dicatat, siapkan baju hangat yang tebal serta pelindung tubuh lainnya agar tidak mengigil kedinginan. (zh)

Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...