Skip to main content

Please... Jangan Rusak Terumbu Karang di Pulau Tikus

Berwisata boleh, tapi perhatikan juga kelestarian lingkungan di sana. Sudah banyak kejadian rusaknya lingkungan di daerah wisata yang justru diakibatkan oleh ulah wisatawan itu sendiri.

Seperti dilansir dari Antara, Koordinator Forum Pemuda Peduli Bengkulu (FPBB), Feri Vandalis mengatakan wisatawan yang bermain wahana air di sekitar perairan Pulau Tikus berpotensi merusak terumbu buatan yang ditanam untuk memulihkan ekosistem terumbu karang di pulau itu.

"Kami mendapat informasi dan bukti foto wisatawan lokal yang berfoto dengan terumbu buatan yang kebetulan bentuknya berupa patung penyu," kata Feri di Bengkulu, Senin, 8 Mei 2017.

Ia mengatakan anggota FPBB meletakkan terumbu buatan berupa patung penyu dan bunga rafflesia di sekitar Pulau Tikus saat peringatan Hari Bumi awal April lalu.

Terumbu buatan sebagai upaya konservasi


Pembuatan terumbu buatan atau "artificial reef" di sekitar perairan Pulau Tikus untuk memulihkan habitat terumbu karang yang terganggu akibat berbagai eksploitasi, mulai dari penangkapan ikan dengan alat tak ramah lingkungan dan aktivitas manusia lainnya.

Feri mengatakan terumbu buatan merupakan salah satu usaha konservasi terumbu karang dengan meletakkan benda-benda keras, seperti kapal bekas, mobil bekas dan bahan-bahan beton lainnya di dasar laut, yang nantinya benda-benda tersebut dapat menjadi tempat menempelnya polip-polip karang yang baru.

Terumbu buatan pada awalnya digunakan untuk meningkatkan hasil tangkapan pada daerah-daerah yang kurang produktif, seperti pantai berpasir atau lumpur dan untuk meningkatkan penghasilan nelayan-nelayan kecil yang tidak mampu menangkap ikan di laut terbuka.

"Terumbu buatan ini juga bisa menjadi objek penelitian untuk mengamati lebih jauh tentang pengaruh kehadiran terumbu buatan terhadap lingkungan setempat baik fisik maupun biologis dan dampaknya baik untuk memulihkan ekosistem," kata dia.

Menurutnya, perlu regulasi dari Dinas Pariwisata untuk mengatur zonasi Pulau Tikus, untuk menentukan wilayah yang dapat dieksplorasi wisatawan dan wilayah konservasi untuk rehabilitasi ekosistem terumbu karang.

Pulau Tikus dengan daratan seluas 0,6 hektare ditopang habitat karang seluas 200 hektare. Pulau tak berpenghuni berjarak 10 mil laut dari Kota Bengkulu ini berfungsi sebagai tempat berlindung nelayan saat cuaca buruk.

Pulau yang dapat diakses dengan perahu nelayan selama 60 menit ini juga menjadi salah satu tujuan wisata yang diminati wisatawan lokal dengan aktivitas utama yang ditawarkan adalah snorkeling.

sumber: Antara

Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...