Skip to main content

Menyusuri Thames River dari Westminster ke Greenwich

Thames River adalah sungai terbesar di Inggris. Sungai ini membelah kota London dari hulu ke hilir. Sejak dulu sungai ini telah menjadi jalur transportasi utama di Inggris. Saat ini Sungai Thames telah menjadi jalur transportasi wisata yang sangat sibuk di dunia. Hampir setiap 10 menit ada paket cruise tour yang dikelola oleh beberapa operator wisata khusus menyusuri sungai ini.


Dalam kunjungan ke London kali ini saya menyempatkan diri untuk ikut salah satu paket cruise tour, yaitu Circular Cruise Tour. Tempat penjualan tiket utamanya ada di Westminster, pas di sebelah Stasiun Westminster dan di seberang London Eye.


Paket yang ditawarkan ada dua, yaitu paket menuju London Bridge yang dibanderol 10 pounds per orang dan paket menuju Greenwich dengan harga 18 pounds per orang. Itu sudah harga pergi-pulang. Jika kita membeli dengan menggunakan kartu Oyster, kartu travel yang bisa dipakai untuk naik kereta dan bus, maka kita mendapatkan potongan harga sebesar 33 persen. Lumayan juga.

Cruise berangkat setiap jam. Saya memilih keberangkatan jam 10 pagi. Sebelum jam 10 kita sudah diminta untuk menaiki kapal. Jam 10 tepat kapal melepas sandar. Kapal ini terdiri dari dua lantai. Lantai bawah layaknya restoran dengan kursi saling berhadapan yang dibatasi meja. Di bagian belakang ada bar dan toko kudapan. Kita bisa pesan minuman dan makanan ringan di sini.

[caption id="attachment_1284" align="aligncenter" width="640"] London Bridge tepat di belakang saya. (Foto: Travel Today)[/caption]

Saya memilih untuk naik ke lantai dua dan duduk di deret kursi paling depan. Udara dingin menusuk dan langit tampak berkabut. Tapi tidak mengurangi semangat saya untuk menikmati perjalanan wisata sungai ini.

Tour guide menjelaskan tempat-tempat bersejarah sepanjang perjalanan lewat pengeras suara. Gedung-gedung tua yang antik memenuhi sisi kiri dan kanan Sungai Thames. Terdapat pedestrian yang sangat nyaman buat pejalan kaki menyusuri tepi sungai. Sesekali mereka melambai ke arah kami. Begitu juga sesama penumpang cruise yang saling melewati di sepanjang sungai.

Dari Westminter menuju London Bridge, kita melalui beberapa jembatan yang didisain sangat cantik. Yang menarik di sini ada beberapa jembatan yang terpisah dan berdiri sendiri namun bersisian. Yaitu jembatan untuk kendaraan, untuk kereta maupun jembatan khusus untuk pejalan kaki.

Kita juga dapat melihat The Eye yang berdiri dengan megah, bersisian dengan gedung Theatre Srekh yang sangat digemari anak-anak. Lalu The Shard, gedung tertinggi di Eropa yang berbentuk pecahan kaca yang tajam ke atas. Gedung yang tampak berbentuk seperti Handy Talkie. Gedung Castle Tower of London. Menara kembar London Bridge. Kantor pemerintahan London. Kapal perang yang berada di tengah sungai dan telah menjelma menjadi destinasi wisata. Dan banyak gedung-gedung menarik lainnya.

[caption id="attachment_1285" align="aligncenter" width="640"] Berbagai bangunan yang menjadi ikon London terlihat jelas dalam sekali perjalanan menyusuri Sungai Thames. (Foto: Travel Today)[/caption]

Sementara dari London Bridge menuju Greenwich, kita akan disuguhi pemandangan rumah-rumah mewah tempat tinggal selebritas papan atas Inggris. Seperti rumah Gordon Ramsay, chef yang sangat terkenal, Daniel Radcliff pemeran utama Harry Potter, Emma Watson dan banyak selebritas lainnya. Juga beberapa istana tempat anggota kerajaan Inggris tinggal.

Sampai di Greenwich, banyak lagi tempat yang sangat menarik yang wajib dikunjungi. Ada Cutty Shark, museum kapal yang sangat besar. Sekolah Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Istana Greenwich tempat kelahiran para Raja dan Ratu Inggris. Dan jangan lupa singgah di Greenwich Market yang saya tulis pada surat sebelumnya.

Jika traveller berwisata ke London, cruise tour ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk menikmati pemandangan kota.

Zahrudin Haris

Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...