Skip to main content

Sekayu, Kota Pendidikan dan Pariwisata Olahraga

Minggu lalu, saya diajak teman lama untuk mengunjungi Sekayu. Kota yang berjarak tiga jam perjalanan darat dari Palembang ini merupakan ibukota Kabupaten Musi Banyuasin yang berada di Propinsi Sumatera Selatan.

Menurut wikipedia, Sekayu memiliki luas 701,60 kilometer persegi dan dihuni oleh 222.263 jiwa. Kota ini berada di tepi Sungai Musi bagian hulu, sedangkan Palembang berada di tepi bagian hilir, lebih dekat ke muara. Maka dari Palembang ke Sekayu juga bisa ditempuh lewat jalur sungai, namun karena sungai yang berkelok-kelok, menyebabkan perjalanan jauh lebih lama. Menurut informasi yang saya dapatkan dari pengemudi kapal motor, kalau berangkat sore dari Palembang, maka akan tiba pagi hari di Sekayu. Tergantung kecepatan kapal dan kapal apa yang digunakan.

Saya pernah mengunjungi kota ini beberapa kali dan tahun 2004 adalah kunjungan terakhir saya. Sudah lumayan lama. Waktu itu kota ini sedang mempersiapkan diri untuk menjadi salah satu kota penyangga penyelenggaraan Pekan Olaharaga Nasional ke-XVI. Kota penyelenggara utamanya adalah Palembang. Ada beberapa cabang olahraga diadakan di kota ini, seperti renang, berkuda, balap motor, terbang layang, dan beberapa cabang olahraga lainnya. Kota ini tampak ramai oleh persiapan tersebut. Sarana olahraga standar nasional dan internasional banyak dibangun di kota ini. Seperti kolam renang standard olimpiade, stable berkuda, sirkuit motor, GOR bulutangkis, stadion sepak bola, dan arena terbang layang.

Setelah hampir tiga belas tahun ternyata tidak banyak yang berubah. Kolam renang standar olimpiade yang dulu dibangun dan digunakan buat penyelenggaraan PON, kini tampak sepi dengan banyak ruangan kosong. Begitu juga stables berkuda yang dulu tampak megah, kini tak digunakan lagi dengan semestinya. Malah beralih fungsi buat acara-acara pertemuan. Stadion sepak bola dan GOR bulutangkis pun setali tiga uang.

Wisma Atlet yang dulu dibangun buat tempat penampungan atlet, sekarang berubah fungsi menjadi penginapan yang dikelola oleh Pemerintah Daerah. Begitu juga gedung yang dibangun di pusat kota untuk pusat perkantoran Petro Muba dan kantor-kantor perusahaan migas tampak banyak yang kosong. Namun ada juga gedung yang baru dibangun dan tampak megah yaitu Gedung Serba Guna Sekayu dan satu lagi yang baru dibangun yaitu Water Front yang terletak di pinggir Sungai Musi untuk sarana rekreasi keluarga yang tampak baru namun kios-kiosnya juga kosong tanpa penghuni. Mungkin belum terisi.

[caption id="attachment_1212" align="aligncenter" width="640"] Gedung olahraga ini bisa dibenahi menjadi lokasi wisata olahraga seperti Museum Bulutangkis. Bukan tidak mungkin sebuah museum bulutangkis hadir di Sekayu, Musi Banyuasin. (Foto: traveltoday)[/caption]

Setelah diajak keliling kota yang cuma butuh waktu satu dua jam saja, saya menjadi tertarik dengan kota ini. Dengan semua sarana olahraga yang dimiliki, banyak hal yang bisa dilakukan di Sekayu. Tentu saja untuk bidang olahraga. Terus terang saya tidak banyak tahu tentang kegiatan apa saja yang telah diselenggarakan kota ini untuk mengisi semua sarana olahraga yang mereka miliki. Namun menurut pendapat saya, kota ini sangat bisa dikembangkan menjadi kota pendidikan dan pariwisata khusus olahraga.

Ada banyak faktor yang menjadi keunggulan kota ini dibandingkan dengan kota-kota derah tingkat dua lainnya. Pusat Kota Sekayu memiliki infrastruktur yang sudah baik dan tertata rapi. Jalan utama kota ini tampak luas dan terdapat trotoar untuk pejalan kaki. Semua fasilitas olahraga dan fasilitas utama lainnya yang dimiliki Sekayu berada di pinggir jalan utama ini. Kendaraan yang berlalu-lalang juga tidak terlalu ramai, sehingga belum terjadi polusi udara yang berlebihan seperti kota-kota lainnya.

Di jalan utama Sekayu bisa diadakan perlombaan jalan santai, sepedai santai, fun run, maupun jalan cepat setiap minggunya. Kemudian kolam renang bisa diisi dengan perlombaan renang tingkat daerah, nasional dan internasional. Stadion sepak bola dan futsal juga bisa terus diisi dengan banyak pertandingan dari tingkat SD, SMP, SMA, dan universitas sampai dengan usia dewasa yang melibatkan klub-klub futsal dan sepak bola ternama. Begitu juga dengan GOR bulutangkis dan tenis meja, sirkuit, dan arena terbang layang.

Sedangkan gedung-gedung yang kosong bisa dimanfaatkan untuk mendirikan beberapa museum olahraga dan juga sekolah-sekolah olahraga. Seperti Museum Tinju Indonesia, Museum Sepak Bola, Museum Bulutangkis dan juga museum olahraga lainnya yang tentu saja cabang tersebut sudah menelurkan banyak juara dunia. Layaknya museum-museum olahraga yang dimiliki oleh sejumlah klub terkenal seperti Barcelona, Real Madrid, AC Milan atau museum sepak bola di Zurich, namun dalam versi yang lebih kecil. Di dalam museum bisa ditempatkan foto-foto, memorabilia, video pertandingan dan juga beberapa alat olahraga yang bisa digunakan buat pengunjung. Sehingga dapat menginspirasi mereka untuk menjadi atlet-atlet olahraga yang pernah berjaya membela bangsa.

Sekolah olahraga yang dibangun harus sesuai dengan standar Internasional dan mempunyai kurikulum dan target yang jelas. Seperti sekolah renang, sekolah bulutangkis, sasana tinju, sekolah sepak bola dan sekolah olahraga lainnya, yang memang sarananya sudah dimiliki oleh Kota Sekayu. Sehingga semua sarana olahraga tersebut terus dapat dimaksimalkan penggunannya sesuai dengan fungsinya dan tentu saja jadi terkelola dengan baik. Bukan hanya itu, karena banyaknya pendatang yang masuk ke Sekayu, tentu saja industri perhotelan, transportasi, restoran, dan pedagang kaki lima, kerajinan rakyat usaha kecil dan menengah juga industri hiburan akan ikut menggeliat dan berkembang di kota ini.

Dengan berdirinya sekolah-sekolah olahraga, museum olahraga dan juga banyaknya event olahraga yang diselenggarakan secara berkala, terus menerus dan kontinyu, maka lambat laun kota ini akan segera dikenal sebagai kota pusat Pendidikan, penyelenggaraan, dan pusat pariwisata olahraga di Indonesia. Tentu saja harus dipromosikan secara massif dan berkesinambungan, yang melibatkan orang-orang yang terkenal di dunia olahraga. Semoga saja mimpi ini bisa segera menjadi nyata.

Salam dari Sekayu, Musi Banyuasin.

Zahrudin Haris

Comments

Popular posts from this blog

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

Surabaya Ingin Pasar Tradisional untuk Wisata

Banyak yang belum menyadari bahwa pasar tradisional bisa menjadi potensi wisata. Kendati demikian, masih ada yang peduli pada hal tersebut. Salah satunya adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Tri Rismaharini memang dikenal sebagai sosok yang memiliki gagasan-gagasan maju yang kerap dianggap kontroversi. Tetapi demi kemajuan warganya, ia teguh pada prinsip yang dimilikinya. Risma, begitu ia biasa dipanggil, memiliki cita-cita menjadikan pasar tradisonal menjadi lebih baik. Jauh dari predikat sumpek, becek, dan kumuh. Sehingga akan menjadi pilihan warga untuk belanja daripada di pasar modern. "Saya berharap secepatnya pembangunan ini, karena kalau saya turun (dari Wali Kota Surabaya) yang kedua ini, saya ingin pasar Surabaya bagus semuanya," kata Risma, Sabtu (25/2/2017) seperti dilansir dari detikcom . Risma juga mengambilalih kebijakan PD Pasar Surya sebagai BUMD dengan memperbaiki pasar tradisional. Ia memerintahkan pada lurah untuk mendokumentasikan kondisi pasar tradi...