Skip to main content

Kutu Buku Harus ke Sini!

Membaca buku adalah sebuah keasyikan tersendiri. Hobi yang satu ini tak sekadar memberikan wawasan yang luas tapi juga inspirasi. Tetapi, seorang kutu buku akan berbahagia jika ia bisa berkelana ke toko-toko buku independen yang berada di sejumlah negara di Eropa. Apalagi jika mereka bisa mendapatkan buku-buku idaman di toko-toko itu.

Traveltoday memilihkan sejumlah toko buku unik dan bersejarah di Eropa yang patut dikunjungi oleh para pecinta buku:

[caption id="attachment_1175" align="aligncenter" width="602"] Ketidakteraturan yang menyenangkan penggila buku di Acqua Alta, Venezia. Foto: www.venice-italy-veneto.com[/caption]

  1. Aqua Alta di Venezia, Italia


Di Acqua Alta kita akan berdecak kagum. Perahu, gondola, dan kano berfungsi sebagai rak buku. Buku-buku baru dan bekas ada di sana.

Jika kita terlalu mencintai keteraturan, toko buku ini bukan tempat yang cocok untuk dikunjungi. Kesannya memang berantakan, tetapi bagi banyak orang hal itu merupakan ketidakteraturan yang mengasyikkan. Penggila buku adalah petualang, bukan?

 

[caption id="attachment_1176" align="aligncenter" width="597"] Seorang pecinta buku tengah mengamati dan memilih kloekst buku di Shakespeare and Co, Paris. Foto: img02.deviantart.net[/caption]

  1. Shakespeare and Co di Paris, Perancis


Shakespeare and Co menjadi salah satu tujuan wisata budaya bagi banyak orang yang berkungjung ke Paris. Toko ini tidak hanya menarik minta mereka yang gila baca tetapi juga para turis yang ingin jejaknya tercetak di kota yang menjadi salah satu destinasi wisata paling tersohor di Eropa ini.

Toko buku kecil ini letaknya di sisi Sungai Seine, berseberangan dengan Notre Dame dan didirikan oleh orang Amerika pecinta literasi bernama George Whitman pada tahun 1951.

Sejak awal dibuka, Shakespeare and Co telah menjadi tempat bertemunya para penulis terkemuka seperti James Baldwin, Anaïs Nin, Julio Cortázar, Lawrence Durrell, Henry Miller, Richard Wright, Allen Ginsberg, William Burroughs, and William Saroyon. Begitulah yang terceritakan dalam website resmi mereka.

 

[caption id="attachment_1177" align="aligncenter" width="626"] Word on the Water di London menjadi daya pikat baru bagi penggila buku. Foto: www.travelaway.me[/caption]

3. Word on the Water, di tepi Kanal London, Inggris

Paddy Screech mengawali kisah ini di tahun 2011. Setelah ia meninggalkan pekerjaan lamanya, toko buku terapung ini mulai mewarnai area di sekitar Kanal London’s Regent yang berada tak jauh dari Stasiun Paddington.

Perahu ini mungkin Nampak kecil sebagai sebuah toko buku dengan ribuan koleksi. Tetapi, ini tak sekadar toko melainkan menjadi tempat tinggal Screech.

Seperti dilansir dari theguardian.com, Screech mengatakan, “Ini merupakan lambing independensi. Toko buku adalah budaya, dan toko buku independen tidak kepayahan karena banyak orang yang tidak menginginkannya – tentu saja karena mad property market ini.”

 

[caption id="attachment_1178" align="aligncenter" width="596"] Selalu ada cara mengenalkan sastra dan budaya. Cara Tell A Story ini sungguh puny daya. Foto: www.inhabitat.com[/caption]

  1. Tell a Story di Lisbon, Portugal


Konsep Tell A Story ini ringkas dan efektif. Sebuah toko buku di mobil van. Karena itulah ia akan bergerak dan berhenti di sejumlah lokasi yang menjadi perhatian para wisatawan di Lisbon. Tentu saja hal itu bukan tanpa tujuan lho. Utamanya, mereka ingin mengenalkan sastra Portugis dalam bahasa Inggris kepada para turis.

Kadangkala tim Tell A Story juga berkelana ke penjuru Portugal. Tak hanya buku yang mereka jual. Ada pula pulpen dan kartu pos. Harapannya, banyak orang yang akan menuliskan kisah mereka di kartu pos dan mengirimkannya kepada sahabat, keluarga, dan siapapun juga. Just tell a story…..

 

[caption id="attachment_1179" align="aligncenter" width="594"] Mabuk yang tak membuat ambruk. Jadilah Atlantis Books. Foto: Hayley Igarashi, www.goodreads.com[/caption]

  1. Atlantis Books di Santorini, Yunani


Jangan pandang pemabuk dengan sebelah mata! Ini benar. Para pemabuk seringkali menghadirkan ide-ide gila bahkan brilian. Pergilah ke Atlantis Books di Santorini, Yunani.

Seperti yang dikisahkan theguardian.com ada dua orang mahasiswa Oxford yang sedang berlibur di Santorini pada 2004 lalu. Mereka mabuk lalu memutuskan untuk membuka sebuah toko buku yang berhadapan langsung dengan lautan lepas.

Setelah keduanya lulus kuliah niatan itu diwujudkan dengan sejumlah kegilaan lain ala pemabuk. Salah satunya ada tertulis: Anda Bisa ‘Menyewa Seekor Kucing’ Selagi Membaca. Hahaha.

Bagaimana, kutu buku? Apakah wangi kertas dari halaman-halaman buku di toko-toko buku independen yang kami referensikan menggugah kegilaanmu? Semoga.

Johanes Indra | traveltoday - dari berbagai sumber

Comments

  1. Hurrah! Finally I got a blog from where I be capable of in fact get helpful information regarding my
    study and knowledge.

    ReplyDelete
  2. I have read a few excellent stuff here. Definitely worth
    bookmarking for revisiting. I wonder how much effort you set to create this kind of excellent informative site.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...