Skip to main content

Liverpool: Kota Sepakbola dan Kultur

Sebagai pecinta olahraga khususnya sepakbola, Liverpool adalah sebuah kota yang menarik untuk dikunjungi. Di kota ini ada dua klub yang berseteru sepanjang masa: Si Merah dan Si Biru.

Stadion Anfield

[caption id="attachment_998" align="aligncenter" width="640"] suasana stadion anfield, foto: liverpoolecho[/caption]

Stadion Anfield dijadikan tujuan utama oleh banyak orang yang berkunjung ke Liverpool untuk alasan sport tour.  Stadion milik Liverpool FC itu adalah kebanggan para suporter mereka bahkan disebut sebagai katedralnya sepak bola. Stadion Anfield adalah saksi kejayaan klub Liverpool di masa lalu yang terus-menerus dijadikan motivasi bagi kebangkitan di masa kini.

Sempatkanlah mengikuti program tur stadion. Anda akan diberi kesempatan untuk menilik ruang ganti pemain beserta kisah menarik di dalamnya. Juga jangan lewatkan untuk menempelkan telapak tangan anda ke papan bergambar lambang klub dan bertuliskan THIS IS ANFIELD yang legendaris itu.

Tur stadium terasa lengkap dengan kesempatan untuk menyaksikan koleksi bersejarah mantan kapten tim Liverpool Steven Gerrard.

Tiket untuk melakukan tur stadion berharga 17 poundsterling untuk dewasa, 14 poundsterling untuk pelajar dan lansia, serta 11 poundsterling bagi anak-anak.

Stadion Goodison Park

[caption id="attachment_999" align="aligncenter" width="640"] Stadion Goodison Park dari dalam, foto: fansshare[/caption]

Stadion Goodison Park adalah milik klub Everton. Kendati klub berseragam utama warna biru tersebut lebih tua dari klub Liverpool, sayangnya prestasi mereka tak sementereng rival sekotanya yang berseragam merah.

Anda bisa mengikuti program tur stadion dengan membayar tiket seharga 12 poundsterling. Anak-anak cukup dengan membayar separuhnya.

Liverpool One

[caption id="attachment_1000" align="aligncenter" width="640"] liverpool one, foto:bdp[/caption]

Bagi Anda yang ingin mendapatkan segala pernak-pernik mengenai Liverpool dan Everton, maka pergilah ke Liverpool One. Sebuah pusat perbelanjaan utama di kota yang terletak di tepi Sungai Mersey tersebut.

Toko penjualan cinderamata resmi klub Liverpool nampak lebih mencolok dan jauh lebih luas ketimbang milik Everton. Hmm… agak mengagetkan memang. Tetapi begitulah di olahraga. Prestasi dan kejayaan selalu menjadi daya tarik untuk selalu dikenang melalui berbagai koleksi klub. Maka, tak heran jika Liverpool merah yang lebih berjaya terlihat dominan.

Meskipun Anda bisa membeli cinderamata kedua klub di toko resmi yang ada di kedua stadion, tetapi berkunjung ke toko resmi di Liverpool One tentu saja memberi nuansa tersendiri. Namanya pusat perbelanjaan, Anda akan dihadapkan dengan berbagai pilihan tujuan. Usai lelah blusukan di toko klub, Anda pun bisa langsung ke berbagai kafe yang ada di sana.

Ingat! Liverpool Juga Kota Budaya

[caption id="attachment_1001" align="aligncenter" width="640"] st john's gardens liverpool, foto: wikimedia[/caption]

Hanya lima menit dari Liverpool Lime Street Station adalah William Brown Street yang indah. Anda akan menjumpai berbagai tempat penting di sana. Art Gallery Walker (galeri nasional Utara), Museum Dunia, Perpustakaan Pusat Liverpool dan St John Gardens.

Turun di tepi pantai di Albert Dock adalah Tate Liverpool, rumah seni kontemporer di Utara.

[caption id="attachment_1002" align="aligncenter" width="894"] museum the beatles, foto: gouknow[/caption]

Hey! Tak jauh dari sana ada Museum The Beatles. Siapa yang tak kenal dengan band legendaris yang lagunya bertahan sepanjang masa? Saran saya, siapkan waktu lebih banyak jika hendak berkunjung ke museum ini. Saya pernah hampir tertinggal bus rombongan akibat terlalu asik mengagumi berbagai koleksi sejarah The Beatles. Ups. (Johanes Indra)

Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...