Skip to main content

Tujuh Kesalahan dalam Perencanaan Wisata

Kegiatan berwisata bukan hal yang merepotkan, jika sudah direncanakan dengan baik dari jauh hari. Namun, ada baiknya untuk merencanakan hal yang realistis, agar perjalanan wisata tak berubah menjadi perjalanan bisnis yang kaku.

Berikut ini beberapa cara mengatur perjalanan wisata yang baik, seperti yang dikutip dari 1000traveltips.com pada Selasa (29/11):

1. Terlalu banyak rencana



Saat berkunjung ke tujuan wisata, pastinya ada banyak tempat dan kegiatan yang ingin dilakukan.

Tapi, ada baiknya untuk menyesuaikan waktu dengan kondisi, agar tak terburu-buru saat sedang menikmati suasana.

Pahami juga kondisi sekitar, karena banyak tujuan wisata yang justru kurang aman dikunjungi hingga malam hari.

2. Rencana terlalu rinci



Jangan merencanakan rencana perjalanan terlalu rinci, karena jika satu rencana gagal maka suasana berwisata akan penuh kekecewaan.

Dari banyak tulisan perjalanan wisata, hal-hal yang menarik justru ditemui saat tidak direncanakan.

Misalnya saat bertemu pasar kaget atau menikmati kuliner unik di pinggir jalan.

3. Jadi wisatawan pada umumnya



Musim dingin dan musim panas merupakan waktu yang tepat untuk berwisata, bagi wisatawan pada umumnya

Pengalaman menikmati dua musim itu di tempat baru memang menarik, namun harus diganjar dengan mahalnya harga akomodasi, seperti tiket penerbangan dan tarif menginap.

Dari pendapat beberapa pakar, diketahui kalau musim gugur dan semi malah disebut sebagai waktu terbaik untuk melakukan perjalanan wisata, karena masa tersebut belum begitu populer di kalangan wisatawan.

Di Perancis, saat musim gugur disebut juga yang terbaik, karena saat itu pepohonan berubah warna menjadi kekuningan sehingga sangat cantik untuk direkam dalam foto atau video.

4. Terpaku dengan satu sumber



Di zaman serba canggih seperti sekarang ini, tidak sulit untuk menemukan cara untuk berwisata lebih murah, mulai dari harga tiket sampai tempat tujuan wisata menarik yang bisa didatangi.

Tapi, jangan hanya terpaku dengan satu sumber. Lakukan pencarian sebanyak mungkin untuk mengetahui setiap perbandingannya.

Apalagi saat ini banyak layanan perencanaan perjalanan wisata yang mudah diakses, seperti vlog, blog, Google Travel sampai TripAdvisor.

5. Melupakan kota kecil



Kota besar memang wajib dikunjungi, tapi kota kecil juga jangan dilupakan, karena menyimpan banyak keunikan.

Misalnya, saat pergi ke Malang tidak ada salahnya untuk mampir ke Batu, yang memiliki banyak atraksi wisata seperti Jatim Park, Pemandian Air Panas Cangar sampai Air Terjun Coban Talun.

6. Repot dengan bawaan



Melewati sistem keamanan di bandara memang merupakan hal yang melelahkan, apalagi jika ada barang bawaan penumpang yang dicurigai oleh pihak keamanan.

Jadi, agar tidak banyak menghabiskan waktu untuk berdebat, sebaiknya kemas barang bawaan seringkas mungkin.

Contohnya, jika membawa benda cair, kemas dalam wadah yang mudah terlihat.

7. Boros



Saat membuat anggaran perjalanan wisata, lebihkan anggaran sebesar 25 persen untuk dana tak terduga, karena akan selalu ada biaya tambahan yang tidak direncanakan, misalnya biaya ATM, internet, pajak, dan tip.

Tapi, tetap disiplin dengan keuangan, agar tidak kehabisan uang sesampainya di rumah.

sumber: cnnindonesia.com

Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...