Skip to main content

Tidak Melulu Bayar, Banyak Lho Fasilitas Gratis di Changi

Singapura - Walaupun 52 persen pendapatannya bersumber dari gerai-gerai retail, bukan berarti segalanya harus berbayar di Bandara Changi, Singapura. Jika sedang tidak nafsu berbelanja atau sedang bokek, bandara ini menyediakan banyak fasilitas yang bisa dinikmati penumpang tanpa harus mengeluarkan uang 1 sen pun.

Fasilitas gratis yang paling jelas terlihat adalah taman-taman tematik  di dalam ataupun di luar bandara. Ada lima taman tematik yang bisa dikunjungi, yaitu Taman Kaktus di Terminal 1; Enchanted Garden, Taman Anggrek, dan Taman Bunga Matahari di Terminal 2; serta Taman Kupu-kupu di Terminal 3.

“Taman Kupu-kupu adalah taman pertama yang ada di dalam bandara di dunia,” kata Julia Jemangin, Manajer Korporat dan Pemasaran Changi Airport Group, saat menerima kunjungan wartawan Indonesia, Jumat, 18 November 2016. Ada 1.000 ekor kupu-kupu di taman ini. “Di sini kita bisa menyaksikan kupu-kupu keluar dari kepompongnya.”

Di  Taman Anggrek, ujarnya, terdapat 30 jenis bunga anggrek. Sementara di Taman Bunga Matahari, terdapat 500 batang bunga matahari. Hujan rintik-rintik sedang turun ketika saya mengunjungi taman tersebut pada sore hari. Namun kondisi tersebut tidak menghalangi para penumpang transit untuk berfoto dengan latar belakang ratusan bunga matahari yang sedang mekar.

Kalau sedang malas meluangkan waktu khusus untuk menuju taman-taman tersebut, coba nongkrong sejenak di Enchanted Garden di area transit Terminal 2. Taman dalam ruangan ini dihiasi berbagai jenis tanaman dan kembang yang semuanya asli. Di tengah-tengah taman, terdapat ornamen berbentuk ekor merak yang terbuat dari batu atau kaca yang disusun mozaik.

Atau, masih di terminal yang sama, kita bisa berleha-leha menunggu pesawat lanjutan di Koi Pond. Ketika pegal setelah berbelanja di toko duty free, misalnya, sempatkan diri Anda melepas penat dengan menyaksikan puluhan ekor ikan koi yang berenang ke sana-kemari. Beberapa penumpang terlihat melemparkan koin ke dalam kolam. Menurut Julia, koin ini dikumpulkan secara berkala untuk disumbangkan ke lembaga sosial.

Bosan di taman, ingin beraktivitas? Pertama-tama cobalah datangi Art Rubbing Station yang ada di tiap terminal. Di sini terdapat meja panjang yang berisi cetakan woodblock (cetakan kayu). Lokasi ini digemari anak-anak. Mereka bisa menggoreskan krayon pada selembar kertas yang ditempelkan ke woodblock.

Hasilnya adalah gambar ikon-ikon Singapura, seperti Bandara Changi, Chinatown, Singapore River, dan Singapore Zoo. Kertas boleh dibawa pulang atau dikembalikan untuk didaur ulang.  Saya ikut menggoreskan krayon di atas kertas yang menghasilkan panorama Kota Singapura. Changi juga memanjakan anak-anak dengan children playground yang tersebar di semua terminal.

Bagi penggemar film, tersedia bioskop 24 jam yang memutar berbagai jenis film tanpa henti. Bioskop gratis ini tersedia di Terminal 2 dan 3. Jadwal filmnya? Cek saja situs Bandara Changi. Tak jauh dari Movie Theatre, terdapat Entertainment Deck yang berisi berbagai game, dari game LAN, Playstation/Xbox, sampai Kinect game console.

Fasilitas seru lainnya yang sayangnya belum sempat saya coba adalah The Social Tree di Terminal 1. Pengguna bandara dapat berfoto atau merekam video di sini lalu menyimpan hasilnya di dalam “pohon digital”. Fitur yang bikin keren adalah, kenangan yang Anda simpan tersebut dapat diakses kapan saja Anda kembali mengunjungi Changi.

Satu hal yang tak bisa lepas dari manusia modern tentu saja koneksi Internet. Changi menyediakan akses Internet gratis melalui jaringan Wi-Fi. Tersedia dua pilihan, gratis 3 jam yang berlaku bagi siapa saja, dan gratis 24 jam yang bisa dinikmati oleh pengunduh aplikasi Changi Airport. Catatan dari saya, sebaiknya Anda tidak 100 persen bergantung pada Wi-Fi Changi, karena sinyalnya kerap terputus.

Terakhir, fasilitas gratis yang tak kalah keren adalah city tour gratis bagi penumpang dengan waktu transit lebih dari lima jam. Tersedia dua kali tur, siang dan malam hari. Dalam tur malam yang saya ikuti, kami dibawa ke Gardens by the Bay. Di taman ini, turis disuguhi pemandangan “lampu menari” yang diiringi lagu-lagu bertemakan Natal selama 15 menit.

Selepas itu, tujuan berikutnya, apa lagi kalau bukan... Merlion Park. Dikunjungi berapa kali pun, patung makhluk separuh singa separuh ikan ini tetap menyenangkan, terlebih ketika bermandikan cahaya di malam hari. Setelah puas ber-selfie dan wefie, lekas kembali ke bus, ya, karena tur ini hanya berlangsung tiga jam.

sumber: tempo.com

Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...