Skip to main content

Seniman ini Mengubah Gereja Terbengkalai Menjadi Karya yang Unik

Ketika seniman asal Republik Ceko, Jakub Hadrava diminta untuk membantu mengubah sebuah gereja yang sudah terbengkalai di salah satu desa, ia sudah tahu akan mengubah gereja itu menjadi tempat seperti apa.

Dilansir dari Dailymail, pada Senin (5/12/2016), Hadrava telah membantu mengamankan masa depan dari gereja yang dibangum pada abad ke-14, St George di Lukove setelah menciptakan instalasi seni unik bernuansa dramatis, yang di dalamnya terdapat orang-orang yang duduk di gereja seakan memakai kerudung putih yang membuat siapa pun yang mengunjunginya akan merinding.


Sumber foto: viralnova.com



Sejak karyanya hadir dalam gereja itu, banyak sekali wisatawan dari dalam dan luar negeri yang akhirnya berbondong-bondong untuk melihat instalasi seni yang dibuat oleh Hadrava. Ribuan pengunjung yang telah datang ke gereja akhirnya memberikan banyak pemasukan yang diperlukan untuk memperbaiki gereja.

Gereja yang berada di kawasan Bohemia barat laut dari Republik Ceko itu terbengkalai awalnya karena rusak pada tahun 1968, setelah atap dari gereja tiba-tiba runtuh pada sebuah upacara pemakaman. Dipercaya sebagai pertanda buruk, penduduk setempat akhirnya meninggalkan gereja itu dan membiarkannya terbengkalai.

Namun setelah empat dekade berlalu, Hadrava dibawa ke tempat ini untuk menarik pengunjung dan investor. Pekerjaan renovasi kini telah dimulai dan pejabat setempat yakin akan masa depan dari gereja ini akan aman.


Sumber foto: viralnova.com



Hadrava mengatakan “saya ingin membuat gereja ini lebih menarik bagi pengunjung dan mencoba mengumpulkan uang yang dapat digunakan untuk kebutuhan yang diperlukan saat renovasi gereja.”

(Achmad Rully P)

sumber: liputan6.com

Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...