Skip to main content

2017, Banyuwangi Pentaskan Atraksi Seni & Budaya Lokal Setiap Hari

Banyuwangi - Kabar baik datang dari Banyuwangi. Tahun 2017 mendatang, Banyuwangi akan menggelar kegiatan seni dan budaya setiap hari.

Wisatawan yang datang ke Banyuwangi bisa menyaksikan pertunjukan budaya dan seni asli Banyuwangi 365 hari tanpa putus di tengah kota Banyuwangi. Atraksi ini untuk melengkapi kegiatan Banyuwangi Festival (B-Fest) yang berlangsung sepanjang tahun.

Hal ini disampaikan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas usai melakukan rapat dengan para Kepala Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) Jumat (2/12/2016).

"Kami mendapatkan masukan, banyak wisatawan yang ingin melihat pertunjukan kesenian Banyuwangi kok masih susah. Maka mulai bulan Januari besok kita mulai menggelar pertunjukan seni dan budaya lokal setiap hari," kata Anas kepada detikTravel.

Pertunjukan tersebut nantinya akan menampilkan berbagai kesenian dan budaya lokal yang dimiliki oleh Banyuwangi. Tidak hanya tarian Gandrung, tapi juga semua seni dan budaya lokal yang ada di desa-desa.








Ilustrasi tarian Banyuwangi (Ardian/detikTravel)Ilustrasi Tari Gandrung khas Banyuwangi (Ardian/detikTravel)


"Nanti akan ditampilkan secara bergantian berbagai jenis seni budaya daerah di Jalan Ahmad Yani. Jadi mau malam minggu atau kapan pun wisatawan misalnya turis asing backpacker mau lihat pertunjukan seni bisa disitu," tutur Anas.

Selain menjadi atraksi wisata, pertunjukan seni yang digelar setiap hari ini menjadi media unjuk kebolehan para siswa sekolah se-Banyuwangi. Karena mereka inilah yang akan dilibatkan sebagai pengisi pertunjukan seni dan budaya daerah.

"Selama ini di Banyuwangi Festival tidak semua siswa sekolah bisa ikut tampil biasanya hanya siswa-siswa dari kota saja. Tapi untuk kali ini kita akan libatkan siswa dari desa-desa. Misalnya dari Bangorejo bisa menampilkan kesenian barong-barongan yang ada di desanya. Pertunjukannya nanti tidak perlu lama mungkin satu jam setengah cukup, yang penting rutin," pungkas Anas. (rdy/rdy)

sumber: detik.com

Comments

Popular posts from this blog

Maron Mangrove Edupark, Ekowisata yang Lagi Hits di Semarang

Maron Mangrove Edupark Semarang merupakan ekowisata hutan mangrove atau hutan bakau. Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare ini terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Menurut Tempo.com , sejak dibuka sampai saat ini, sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan. "Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove," kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Ketua Kelompok Mekartani Lindung. [caption id="attachment_2352" align="aligncenter" width="2304"] Menjelajahi hutan bakau di Maron Mangrove Edupark, Semarang. (foto: assets.kompasiana.com)[/caption] Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi...

5 Tips Agar Liburan Lebih Seru dan Menyenangkan

Pergi berlibur, tentunya harus membuat hati senang. Indonesia punya banyak tempat lucu. Tapi cara liburannya juga butuh kiat khusus agar menyenangkan. Jika liburan dengan perasaan tidak enak atau gundah akan merusak mood. Padahal kita liburan karena ingin menghilangkan stress dan kepenatan. Untuk itu, kita harus tahu cara liburan supaya seru dan penuh kegembiraan. Dari mulai teman traveling, tempat tujuan, dan segala kebutuhan traveling lainnya dapat menjadi faktor liburan yang menyenangkan. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk liburan yang asyik: 1. Ajak teman yang humoris Tentunya, traveler butuh hiburan yang dapat mengisi di sela-sela kekosongan saat traveling. Contohnya, jika pesawat terkena delay atau bahkan hal-hal yang dapat merusak suasana hati. Mengajak teman yang humoris bisa menjadi solusinya. Mereka bisa menghibur traveler yang sedang bosan atau bahkan emosi sekalipun. Apalagi jika di tempat yang susah dengan jangkauan teknologi, yang paling manjur pasti berca...

Mencicipi Sajian Khas Kue Pia Nias

Selain dodol durian, Nias juga mempunyai makanan khas Kue Pia berjenis kering. Kue Pia Nias memang terbilang berukuran besar dibandingkan dengan Kue Pia lainnya di berbagai daerah. Kue Pia memang tergolong sebagai makanan kuliner asimilasi etnis Tiongkok di Indonesia. Dalam laman buahatiku.com, Kue Pia yang dikenal juga dengan Bakpia itu berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang artinya kue atau roti yang berisikan daging. Di Indonesia, Kue Pia divariasi dengan sangat beragam berisi kacang hijau, coklat, nanas, duren dan berbagai macam jenis. Kue Pia Nias memang mengundang selera. Ukurannya pun, memang terbilang besar dan berjenis kue pia kering, sehingga terasa crispy dan renyah gurihnya. Kue Pia yang paling terkenal di Nias adalah merk Tanda Setia. Unit usahanya ada di Gunung Sitoli, tepatnya di seputar kawasan jalan Patimura atau jalan Sirao. Biasanya Kue Pia itu berisi gula merah dan tausa. Rasanya memang terbilang manis, seperti umumnya kue pia lainnya. [capt...